Jambi Peringkat Terakhir Minat Baca
The Jambi Times - Sarolangun - Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Jambi, memperioritaskan peningkatan minat baca di tahun 2015 berlebih dari sebelumnya seperti yang di sampaikan oleh Asvan Deswan saat membuka bimbingan teknis tenaga pengelola perpustakaan desa dan kelurahan di hotel golde sarolangun,mengatakan bahwa untuk propinsi jambi minat baca masih sangat rendah.
"Ya kalau kita melihatnya memang cukup miris, angka minat baca kita masih rendah. Terlebih Jambi menduduki urutan terakhir se Indonesia tingkat partisipasi dan minat baca masyarakatnya," katanya.
Kaban Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi itu menyebut, jika memang faktanya demikian membuktikan daya untuk membaca masih kurang.
"Dari rakornas perpustakaan, ditemukan hasilnya Jambi peringkat terakhir. Kita sangat kalah dengan provinsi lainnya. Untuk itu harus kita dorong bagaimana Jambi angka minat bacanya bisa tinggi. Kalau Sarolangun sendiri cukup baik capaian peminat baca di Jambi," ujarnya.
Hal ini menurutb Asvan bahwa ,masyarakat yang harus di latih untuk lebih sigap,sehingga di tengah era yang serba eletrokin masyarakat masih bisa membaca buku.
"Untuk itu bagaimana upaya kita bisa meningkatkan minat baca, karena tak bisa dipungkiri di tengah era serba elektronik, butuh kesiapan dan kesigapan masyarakat," jelasnya.
Ia pun menyebut, rendahnya minat baca menjadi kendala yang harus segera didorong. Karena perpustakaan menjadi media edukasi.
Sementara itu, Kepala BPAD Sarolangun Fuad Zakir menyebut, menilai rumus mengukur minat baca, saat ini referensinya belum sepenuhnya dijalankan.
"Cara mengukur itu belum ketemu, karena dengan jumlah penduduk dengan melek huruf, yang mengisi buku tamu sebagai pengunjung di perpustakaan rentang jauh," katanya.
Sehingga sebutnya, dengan perbedaan itulah membuat jeblok. Nah untuk itu bagaimana dicarikan sebuah formula baru agar minat baca meningkat.
"Tapi memang angka minat baca rendah, tapi faktanya tidak rendah sama sekali. Kita butuh media bagaimana untuk mengukur minat baca," pungkasnya.(yan)
