Gubernur : Saya Ingin Semua Desa Memiliki Infrastruktur Yang Baik
The Jambi Times - Muara Bungo - Untuk mendorong pengembangan simpul-simpul
ekonomi rakyat utamanya pertanian, industri kecil, perdagangan, jasa dan
koperasi sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan penghasilan masyarakat. Pemkab
Bungo membangun pasar tradisional modern pasar bungur yang menjadi prioritas
dalam pembangunan Kab. Bungo. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dalam
kunjungan kerjanya ke Kabuaten Bungo (Minggu,08/06) berkesempatan melakukan
pengecekan pembangunan pasar yang sudah berjalan mulai 6 Desember 2013 yang
direncanakan akan selesai pada Desember 2014 nanti. Gubernur HBA juga berkesempatan
berdialog lepas dengan pekerja pembangunan pasar dan mendengarkan secara
langsung keluhan para pekerja dan memotivasi untuk lebih meningkatkan semangat
bekerja.
Selanjutnya Gubernur beserta rombongan melakukan peninjauan harga-harga
bahan pokok di Pasar Atas. Gubernur mengatakan bahwa sampai saat ini dalam menghadapi
bulan puasa, harga- harga kebutuhan pokok masih dalam batas wajar dan normal.Warga
daging masih 100ribu per kilogram, harga cabe masih 10000 sampai 12000 per
kilogram.
Kemudian Gubernur Jambi HBA beserta rombongan menuju Kecamatan
Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo untuk meresmikan rumah adat kecamatan
Limbur Lubuk Mengkuang. Pembangunan rumah adat ini dilaksanakan sepenuhnya oleh
PT. Tidar Kerinci Agung (PT.TKA)
Pimpinan PT.TKA Ir. Herman Pratikno dalam sambutannya
mengatakan bahwa PT. TKA mengharapkan rumah adat ini dpat meningkatkan kesadaran
masyarakat .dalam menjalankan aturan-aturan adat. Dan mengharapkan dapat
digunakan pengurus adat untuk melakukan pertemuan adat. Pada kesempatan tersebut
PT. TKA menyerahkan bantuan dalam bentuk bibit tanaman untuk ditanaman
diaekitar rumah adat sebanyak 900 batang pohon buah-buahan sperti duku, durian,
manggis dan beberapa buah lain.
Ketua Lembaga Adat Melayu Lubuk Mengkuang mengungkapkan
bahwa tujuan didirikannya rumah adat tersebut akan digunakan sebagai tempat
pertemuan adat, tempat memecahkan permasalahan yang tidak selesai do tingkat
dusun dan tempat penyimpanan benda-benda pusaka.
Sementara itu Ketua LAM Kabupaten Bungo Mahmud HS mengatakan
dengan adanya rumah adat tersebuwt pertanda adat masih dijunjung tinggi oleh
masyarakat dan mengguakan sebaik-baiknya untuk memecahkan permasalahan yang ada
dalam masyarakat.
Sementara H. Saman Chatib dari LAM Provinsi Jambi mengatakan
bahwa Jambi adalah Provinsi yang memiliki perangkat paling lengkap di Indonesia
selain Riau.
.
Bupati Bungo H.Sudirman Zaini dalam sambutannya
mengungkapkan bahwa selain telah menetapkan perda tentang perubahan nama desa
menjadi dusun dan kepala desa menjadi rio."Pembangunan rumah adat yang
diberi nama Sultan Sri Imam Sakti juga merupakan upaya melestarikan nilai adat
sehingga dapat menjadi pedoman dan kontrol sosial ditengah masyarakat.
Gubernur HBA dalam
sambutannya mengungkapkan bahwa sebagai pemimpin di Provinsi Jambi dirinya
terus berupaya mensejahterakan masyarakat di Provinsi Jambi. Tidak hanya secara
fisik seperti pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan. HBA mengungkapkan
bahwa dari setiap dirinya turun langsung
ke desa-desa yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan jalan-jalan, pencetakan
sawah baru, air bersih dan listrik yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
" Saya mengetahui kebutuhan masyarakat dan terus
berupaya memenuhinya tapi semua tidak bisa dilakukan dalam semalam dan perlu
waktu dan dana. Saya ingin semua desa memiliki infrastruktur yang baik,"
ungkap Gubernur.
Bahkan pada program Samisake menurut Gubernur telah dilakukan
bedah rumah sebanyak 19 ribu rumah, selain itu pemerintah juga telah membuka
keterisoliran informasi melalui telah digunakannya satelit untuk siaran TVRI Jambi
yang kini sudah bisa menjangkau desa-desa di Provinsi Jambi. Selain itu juga
program pembangunan bandara, pembangunan pelabuhan Ujung Jabung adalah program
infrastruktur untuk kemajuan Jambi.Tapi ditengah kemajuan tersebut, Adat
dan Agama tidak boleh ditinggalkan.
Gubernur juga menambahkan, pada prisipnya adat dan khasanah
budaya daerah dapat dijadikan sekaligus jawaban terhadap masalah yang timbul ditengah-tengah
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara saat ini.Pemerintah sangat
memperhatikan dan memberikan proporsi kepada pembangunan adat dan kebudayaan
sebagai bagian dari peradaban yang dikembangkan secara cerdas dan berkualitas. Karena
banyak sekali konflik dan permasalahan yang dapat diselesaikan melalui lembaga
adat.
Pada kesempatan tersebut Masyarakat Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang
melalui tokoh masyarakatnya menyatakan berterimakasih dan mendukung program-program
pembangunan yang sudah dilakukan Gubernur Jambi HBA selama ini dan mengharapkan
program-program tersebut dapat terus dilanjutkan untuk mensejahterakan masyarakat
Jambi. (Sartika Sari)
