Gubernur : Inovasi Daerah Terus Tingkatkan
The Jambi Times - Jambi - Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus mengharapkan agar inovasi daerah terus ditingkatkan, dengan tujuan untuk
kemajuan Provinsi Jambi. Harapan tersebut dikemukakan oleh gubernur
dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)
Provinsi Jambi, bertempat di Ruang Mayang Mangurai Bappeda Provinsi
Jambi, Senin siang (9/6).
Rapat koordinasi
(Rakor) tersebut dihadiri oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)
Republik Indonesia, Prof.Dr.Ir.H.Gusti Muhammad Hatta, yang memberikan
kuliah umum kepada para peserta Rakor.
Gubernur
menyatakan, Rakor ini sebagai forum koordinasi dan sinergitas, sebagai
tahapan penting dalam menyusun sebuah roadmap Sistem Inovasi Daerah
(SIDa).
Gubernur menjelaskan, selaras dengan
adanya MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia), SIDa dimaksudkan bisa sebagai instrumen kebijakan
peningkatan kemampuan Iptek yang mendukung strategi utama pelaksanaan
program MP3EI, yang sudah tentu merupakan upaya peningkatan daya saing
daerah.
"Oleh sebab itu, diperlukan penyusunan
roadmap SIDA, yang berfungsi sebagai pedoman untuk mengimplementasikan
setiap inisiatif strategis untuk mengembangkan potensi daerah, sehingga
tujuan pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal dan efektif,"
ujar gubernur.
Selain itu, gubernur menekankan
agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak berpikir lokal, namun
berpikir nasional bahkan jika memungkinkan untuk berpikir internasional,
dan untuk itu sangat dibutuhkan inovasi dan kreativitas.
Dalam
upaya peningkatan kreativitas daerah yang dituangkan dalam SIDA,
gubernur berharap supaya kedatangan Menristek ini bisa menstimulasi
daerah, terutama SKPD yang bersangkutan untuk lebih lagi meningkatkan
inovasi dan kreativitas.
Dalam sambutan
tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, H.Gamawan Fauzi yang
dibacakan dan disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
(BPP), Afriadi S. Hasibuan, ditekankan pentingnya inovasi dalam
pelaksanaan program pembangunan karena dengan inovasi, program
pembangunan bisa dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.
Untuk
itu, Mendagri mengharap agar Pemerintah Daerah mendorong terciptanya
inovasi dan kreativitas dalam pelaksanaan program pembangunan.
Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Jambi,
Arif Munandar, dalam laporannya menyampaikan, rapat koordinasi ini
merupakan rapat koordinasi yang pertama pada tahun 2014.
Arif
Munandar menyatakan, tema rapat koordinasi ini adalah, "Melalui Rapat
Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah, Kita Wujudkan Pembangunan
Iptek Menuju Jambi EMAS 2015).
Setelah Rakor
dibuka oleh gubernur, Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia,
Gusti Muhammad Hatta menyampaikan kuliah umum dengan judul Peningkatan
Daya Saing Daerah Melalui Implementasi Sistem Inovasi Daerah.
Menristek menegaskan bahwa nilai tambah merupakan kunci lompatan ekonomi.
Gusti
Muhammad Hatta menyatakan, Kementerian Ristek mengadakan program
Pembuatan Pusat Unggulan Daerah, sesuai dengan potensi daerah.
Gusti
Muhammad Hatta menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan oleh
Kemenristek dengan berbagai instansi yang dibawah koordinasinya yaitu
BATAN, LIPI, LAPAN, BPPT, BIG, Bapeten, dan Badan Standar Nasional (BSN)
dalam meningkatkan nilai tambah produk-produk Indonesia dan dalam
menghasilkan inovasi teknologi.
Selanjutnya,
Menristek memberikan buku kepada Gubernur Jambi, yaitu buku yang
berisikan hasil penelitian putra-putri Indonesia, yang dibatasi dicetak
sebanyak 100 eksemplar, dengan judul "105 Indonesia Inovation."
Setelah
itu, Walikota Sungai Penuh, Prof.Dr. Asafri Jaya Bakri memaparkan
Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kota Sungai Penuh; Peningkatan Ekonomi
Kerakyatan Berbasis Agro Industri Sirsak.
Selanjutnya,
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanjung
Jabung Barat menyampaikan paparan tentang Ekonomi Kerakyatan Berbabasis
Agro Industri Melalui Kopi Tungkal Komposit.
Usai
acara, Menristek dan Gubernur Jambi melihat Kopi Tungkal Komposit yang
dipamerkan di tempat acara, dalam bentuk tanaman lengkap. Bahkan,
Menristek dan Gubernur Jambi meminum kopi tersebut yang sudah diolah dan
disajikan menjadi minuman kopi.(Tim-JT)
