Kronologis Kejadian Bentrok Aparat Dan Warga
![]() |
| Foto:TKP) |
Bagaimana bentrok ini bisa terjadi? Menurut Kapolres Sarolangun, AKBP Satria Adi Permana, bentrokan bermula ketika
Sekitar pukul 2 siang, tim razia setelah selesai melakukan tugas di Cermin Nan Gedang menuju Limun. Ketika tiba di Desa Temenggung, tim melihat air di sungai keruh.
"Tim melakukan penyelidikaan dan mendapatkan dua dompeng sedang beroperasi. Mengetahui kedatangan petugas, pelaku dompeng bernama Fadli melarikan diri," jelas Satria Adi Permana.
Namun, kata Satria, Fadli tidak mengetahui di depannya ada lubang. "Dia pun terjatuh karena tersandung, mengalami luka-luka di kepala. Korban sempat kita bawa ke rumah sakit namun kemudian meninggal dunia," jelasnya.
Mendengar ada penambang yang meninggal dunia, warga Desa Temenggung kemudian mengamuk dn langsung melempari tim razia. Lalu, BKO Brimob didatangkan dari Polsek Limun untuk perkuatan. "Setiba di TKP, BKO Brimob ini langsung dilempari warga dengan batu dari depan dan samping, Aparat gabungan bertahan sambil escape karena kekuatan massa sangat banyak dan juga terus melempari aparat gabungan dangan batu sampai tempat parkir kendaraan," ungkap Satria.
Nah, pada saat akan naik ke kendaraan, Marto Fernandus Hutagalung terkena lemparan batu di kepala di samping mobil truk Sabhara yang dibakar massa. "Lalu anggota Brimob yang terkena lemparan batu ini dievakuasi ke rumah sakit Sarolangun, tapi sekira pukul 18.30 WIB, almarhum meninggal dunia," jelasnya.
Saat ini, tambah Satria Adi Permana, situasi belum kondusif, masyarakat masih bertahan di jembatan arah masuk desa dan melengkapi diri dengan senjata tajam dan senjata api rakitan.(Muhamad Usman)
