PLN: Tarif Naik di 2014, Hemat Rp2 T
![]() |
| (Ilustrasi) |
Nur Pamudji menambahkan, penerapan kebijakan baru tersebut akan dimulai terhitung dari satu Oktober 2013.
"Itu penyesuaian tarif otomatis yang berlaku untuk empat golongan, yaitu R3, D3, D1 dan saya lupa satunya, itu tidak terima subsidi mulai satu Oktober 2013," kata Nur Pamudji kepada wartawan di Ruang Sidang Banggar DPR RI, Jakarta, Senin (30/9/2013).
Nur Pamudji menambahkan, saving subsidi listrik sekira Rp2 triliun dikarenakan adanya perbedaan ICP pada 2013 dan 2014. "Jadi itu dapat backing Rp2 triliun, karena ada perbedaan ICP 2013 dan 2014," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah memiliki formula terkait kebijakan subsidi listrik yang menghasilkan penyelamatan subsidi listrik di 2014 mencapai Rp2 triliun. Pemerintah menyebutnya formula kenaikkan tarif secara otomatis yang telah disesuaikan antara kurs dan ICP.
"Kebijakan subsidi listrik, itu harus diputuskan oleh pemerintah dan komisi yang terkait (komisi VII)," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brojonegoro saat di Ruang Sidang Banggar DPR RI, Jakarta.
Bambang menambahkan, dengan adanya perubahan harga primer, makan ada kelompok yang tidak terima subsidi, dengan begitu jika tidak terima maka harus menerimannya. Sebab, target pemerintah adalah subsidi tepat sasaran.Seperti yang di langsir okezone. (kie)(wdi)
