Kulit Harimau, Warga SAD Dicurigai Disuruh Pihak Lain
Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Jambi berhasil mengendus aksi Dodi ini. Namun Dodi menolak menyerahkan kulit harimau tersebut ketika tim BKSDA dan TNI datang. Dodi malah minta tim menebus kulit tersebut Rp 100 juta. Tentu saja permintaan ini tidak dipenuhi BKSDA.
Jefrianto, staf BKSDA, menaruh curiga Dodi sebenarnya disuruh pihak lain untuk berburu harimau dengan mengiming-imingi uang puluhan juta.
“Saya bisa melihat dari proses warga SAD yang menguliti kulit harimau, di situ kita bisa melihat proses mengulitinya terlihat rapi, dan langsung direndam dengan cairan spiritus. Ditambah lagi dia menolak ketika tim kami membawa kulit harimau dan tulangnya ke kantor,” ujar Jefrianto.
Karena proses pendekatan berjalan buntu, tim BKSDA kembali ke Bangko, dan merencanakan untuk mencari cara lain agar warga SAD mau menyerahkan kulit harimau tersebut.
Pasi Intel Dandim 0420 Sarko, Lettu Nasrul, akan terus memantau Dodi. “Kita lihat nanti hasilnya seperti apa, yang jelas warga SAD tersebut akan selalu kami awasi gerak-geriknya. Jika nanti mereka ketahuan menjual kulit harimau ini ke salah satu oknum, maka oknum tersebut akan langsung kami tangkap,” tegas Nasrul.(B12/b3j)
