Gubernur Jambi : Infrastruktur Jalan di Jambi 78 % baik
The Jambi Times - Bandung, (8/9-13 ) Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus menghadiri halal bi halal Ikatan Keluarga Provinsi Jambi ( IKA JAMBI ) – Jawa Barat di Cihampelas Hotel 2 Bandung. Acara mengambil tema : “Dengan silaturrahmi/halal bi halal IKA Jambi – Jawa Barat kita tingkatkan kepedulian masyarakat perantau Jambi yang berdomisili di Jawa Barat pada pembangunan di Provinsi Jambi menuju Jambi EMAS dan Berpartisipasi pada pembangunan Jawa Barat.
Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus dalam sambutannya tanpa teks mengatakan sebagai gubernur masih butuh pemikiran dorongan dan dukungan dari seluruh keluarga Jambi yang berada di luar Propinsi Jambi atau di perantauan, dalam bentuk nasehat masukan masukan untuk kepentingan pembangunan Jambi.
Kondisi infrastruktur Provinsi Jambi masih jauh ketinggalan dari daerah-daerah lainnya yang sudah memiliki pelabuhan maupun bandara yang besar, serta infrastruktur jalan yang memadai, namun Provinsi Jambi masih harus mengejar ketinggalan untuk minimal mensejajarkan dengan daerah lain menengah ke atas. “Kita masih berfikir bagaimana membangun bandara yang berskala internasional, berfikir bagaimana agar jalan sampai ke desa-desa harus baik dan aspal, upaya mencukupi kekurangan listrik.
Untuk membangun Provinsi Jambi agar lebih maju bisa terwujud, karena Jambi memiliki potensi kekayaan alam misal Jambi punya minyak, gas, batu bara, emas, batu gamping, PLTA, karet dan sawit dan kasiavera. Namun kekayaan tersebut belum dieksploitir, ke depan apabila daerah ini dibangun dengan baik maka akan menjadi daerash yang maju. Semua itu tergantung kepada masyarakat Jambi.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur menuturktan pada awal menjadi Gubernur, infrastruktur Jalan di Provinsi Jambi yang baik hanya sekitar 31 % , kalau sekarang setelah berjalan selama 3 tahun jalan yang baik hampir mencapai 78 %. Umumnya jalan jalan yang menjadi tanggung jawab Provinsi dan nasional sudah baik meski belum maksimal. Contoh jalan dari Merangin – Kerinci yang belum baik itu daerah memasuki kabupaten Kerinci, dan tahun ini jalan itu akan kita multiyearskan, diharapkan akhir 2014 akan selesai, pada APBD perubahan kemarin sudah mulai dikerjakan. Jalan dari Merangin ke Jangkat sudah mulus. Dulu ke Jangkat butuh waktu 10 jam sekarang sekitar 2 jam sampai 2,5 jam, mobil sedan sudah bisa masuk. Jalan dari Sarolangun ke Batang Asai sekarang sudah bagus sampai ke muara Talang. Jalan dari Muara Tembesi sampai ke Tebo dan Bungo sudah selesai. Jalan dari Tanah Tumbuh sudah hampir selesai, jalan arah ke Tungkal sudah bagus.
Gubernur mengakui jalan-jalan di kabupaten masih belum layak, karena APBD masih kecil sedangkan jalan yang mau dibangun cukup luas. Di bidang insfrastruktur lainnya insyah akan mulai bulan ini peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan Samudra Ujung Jabung dan pelabuhan udara Sultan Thaha yang sudah dimulai perluasannya.
Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Jambi, beberapa percepatan pembangunan infrastruktur stgrategis yang memiliki dampak terhadap akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama pada wilayah sentra-sentra produksi . Pada saat ini tengah mempersiapkan salah satu kawasan strategis Ujung Jabung dan sampai saat ini telah menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Hal ini ditandai dengan masuknya kawasan ujung Jabung dalam kerangka Perencanaan Nasional dengan dimasukkannya dalam Revisi MP3EI. Selain itu, kawasan Ujung Jabung juga telah diakomodir dalam Perencanaan Pewlabuhan Nasional dan diharapkan pada saatnya nanti akan mernjadi Pelabuhan utama, hal yang menggembirakan lainnya bahwa pada tahun 2014 melalui APBN akan dianggarkan sebesar Rp 40 milyar untuk percepatan pembangunan kawasan tersebut, dan ini secara politis menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kondisi positif tersebut tentu tidak terlepas dari upaya-upaya bersama untuk mendorong percepatannya melalui Master Plan pengembangan Kawasan Ujungjabung yang telah disusun.
Di bidang Sumber daya manusia, Gubernur berharap agar generasi yang akan datang lebih baik dan berkualitas, sejumlah program pendidikan sudah dilakukan dengan memberikan bea siswa untuk doktor, S-2 sampai bantuan bea siswa ke luar negeri dan pembelian mes Jambi di Mesir.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan trrend yang cukup positif dari waktu ke waktu. Jika pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Jambi tanpa migas masih berada pada angka 6,79 persen, pada tahun 2012 meningkat menjadi 8,60 persen. Begitu juga –upaya dalam pengendalian tingkat inflasi menunjukkan trend yang positit, jika pada tahun 2010 angka inflasi mencapaik 10,52 persen, maka pada tahun 2012 turun pada angka 3,44 persen.
Kondisi positif tersebut, berimplikasi terhadap penurunan persentase penduduk miskin di Provinsi Jambi. Jika pada Maret 2010 persentase penduduk miskin Jambi sebesar 8,34 persen, maka angka ini saeiring dengan trend positif pertumbuhan ekomi yang mengalami penurunban pada Marret 2012 menjadi 8,07 persen. Begitu pula kondisi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jambi yang terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Pada tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,08 persen, mnaka pada kondisi februari 2013 telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada angka 2,90 persen.
Kontribusi positif dari masyarakat Jambi yang berada di perantauan terhadap pembangunan di daerah tentu sangat dinanti, sehingga pada akhir tahun 2015 nanti, Jambi telah dapat meletakkan pondasi yang kuat untuk kelanjutan pembangunan tahap selanjutnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur mengharapkan melalui acara halal bi halal dan silaturrahim akan terus menjalin komunikasi yang harmonis , sehingga setiap persoalan yang muncull dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana.
Hadir dalam acara halal bi halal tersebut diantaranya Gubernur Jabar yang diwakili oleh Asisten 4 Bidang Administrasi Ke uangan IWA KARTIWA, Ketua IKA JAMBI – JABAR Noviendi Makalam, Penasehat IKA Jambi – Jabar Febri Ardiansyah, SH (Kajari Jambi) dan tokoh tokoh masyarakat Jambi yang berada di Bandung Jawa Barat ( dhi/h)
