Deteksi Gangguan Fungsi Perkembangan Bayi dengan 'Cilukba'
The Jambi Times - MEMBERIKAN nutrisi yang cukup kepada bayi merupakan hal penting. Namun, mengecek perkembangan bayi juga tidak boleh dilupakan. Apa pasal?
Menurut psikolog, Irma Gustiana A., M.Psi, bayi pada usia 0-3 bulan itu masih dalam taraf mengamati, melihat lingkungan dan belajar mengenal ayah dan ibunya. Untuk melatih stimulus bayi terhadap hal tersebut kita bisa melakukannya dengan permainan 'cilukba'.
"Kalau dengan bermain 'cilukba' itu biasanya kita seperti menutup (memperagakan gerakan tangan cilukba) kemudian terbuka kembali dan itu ada efeknya terhadap bayi,"ujarnya kepada Okezone di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Dia menambahkan, permainan cilukba mendatangkan efek tertentu pada bayi misalnya bayi akan merasa lucu, geli dan sebagainya. Sehingga, biasanya permainan ini akan memberikan kenikmatan secara psikologis terhadap bayi.
Lebih lanjut, Psikolog Irma mengatakan setelah usia 1-2 tahun kita coba agar bayi sendiri yang melakukan hal tersebut kepada kita. Namun, bila tidak ada reaksi terhadap bayi menurutnya kita harus mengecek seberapa sering itu terjadi.
Hal ini karena, menurutnya memang ada anak-anak yang kondisi emosionalnya tida bagus. Contohnya seperti anak autis atau gangguan lainnya yang memiliki respon sosial sangat rendah.
"Kalau kita lakukan hal seperti tersebut tetapi ternyata tidak memberikan respon atau hanya diam, kemungkinan anak memang mengalami gangguan fungsi perkembangan,"tandasnya.Seperti yang di langsir okezone (ind)
