Bos Lion Air Ikut Konvensi, Bukti Keberhasilan Reformasi
Menurut Founder The Indonesian Institute, Jeffrie Geovanie, kesiapan Rusdi menghadiri undangan Komite Konvensi dinilai sebagai ungkapan terima kasih Rusdi terhadap tokoh yang memimpin bangsa ini setelah reformasi.
Pasalnya, kesuksesannya membangun maskapai Lion Air tak lepas dari gerakan reformasi yang memberikan iklim yang kondusif bagi siapa pun.
"Maka kesediaannya memenuhi undangan Komite Konvensi, selain untuk menunjukkan bukti perubahan, juga untuk menunjukkan bukti keberhasilan gerakan reformasi. Kebebasan berekspresi dan implementasi hak-hak asasi setiap warga negara sudah dijamin dalam konstitusi (UUD 1945 yang sudah diamandemen," jelas Jeffrie, Senin (2/9/2013).
Diakui Jeffrie, masih banyak agenda reformasi yang belum berhasil diwujudkan. Namun, Rusdi yakin semuanya bakal bisa kita raih meski belum sampai pada batas maksimal.
“Ini bukan soal siapa yang menang atau kalah, tapi soal Indonesia yang sudah berubah, Indonesia yang sudah berhasil mereformasi diri,” ungkap Jeffrie mengutip pernyataan Rusdi. "Baginya, memenuhi undangan KomiteKonvensi bisa diartikan sebagai ungkapan terima kasih atas kepemimpinan Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputeri, dan Susilo Bambang Yudhoyono," sambung Jeffrie.
Bahwa kemudian Rusdi memutuskan mundur dari Konvensi, kata Jeffrie, tentu bukan karena meragukan perhelatan itu. Namun, lebih karena dia merasa belum waktunya terjun ke politik dan menilai masih banyak tokoh lain yang menurutnya lebih pantas. Tak heran bila Rusdi mematikan bakal mendukung siapa pun pemenang Konvensi nanti.
"Kesuksesannya memajukan Lion Air sehingga menjadi maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara, tentu akan menjadi salah satu referensi yang mengesankan bagi publik saat Rusdi menapaki dunia politik," pungkasnya.Seperti yang di langsir okezone (ded)
