News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

HBA bersama Masyarakat Syukuran Jalan Jangkat

HBA bersama Masyarakat Syukuran Jalan Jangkat


(Foto:Ilustrasi)
The Jambi Times –Merangin - Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) menghimbau masyarakat untuk turut berperan aktif merawat jalan. Himbauan tersebut disampaikan oleh gubernur dalam Syukuran Masyarakat Luhak 16 Merangin Atas Terealisasinya dengan Baik Pembangunan Jalan Simpang Pulau Rengas - Jangkat, bertempat di Lapangan Desa Rantau Suli Kecamatan Sungai Tenang Kabupaten Merangin, Rabu siang (21/8).
    Acara ini disandingkan dengan penyerahan 17 SK Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) untuk 3 kabupaten di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Merangin, Batanghari, dan Bungo oleh Direktur Bina Kehutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Dr.Ir, Haryadi Himawan,MBA, kepada Bupati Merangin, Al Haris; Bupati Bungo, H.Sudirman Zaini, dan Asisten I Sekda Batanghari mewakili Bupati Batanghari.
    Selain itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat Samisake berupa 2.950 KK Rumah Tangga Sangat Miskin di Kabupaten Merangin, alat dan mesin pertanian (alsintan), beasiswa, serta alat rehabilitasi hutan dan lahan secara simbolis dari gubernur Jambi kepada perwakilan masyarakat Kabupaten Merangin.
    Dalam sambutan dan arahannya, gubernur menyatakan, kalau hanya kerusakan atau permasalahan kecil, masyarakat sebaiknya ikut merawat jalan. Gubernur mencontohkan, kalau ada genangan air di pinggir jalan, sebaiknya masyarakat mengambil cangkul untuk mengalirkan air yang tergenang itu sehingga tidak merusak jalan.
    Contoh lain yang dikemukakan oleh gubernur, kalau ada jalan berlubang dengan lobang kecil tepat di depan rumah warga, ada baiknya jika warga bersedia menutup lubang tersebut.
    Gubernur mengungkapkan, dia juga melakukan hal yang sama. “Sebagai pemimpin, saya tidak hanya ngomong, tapi saya juga melakukan dan memberi contoh,” sebut gubernur.
    Gubernur mengaku, dirinya sangat senang karena jalan Jangkat sudah bagus. “Memang belum semua selesai, masih ada yang masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai Desember 2013, namun sebagian besar jalannya sudah bagus.” Ujar gubernur.
    “Kita bersyukur untuk jalan (Jangkat), pelihara baik-baik jalan itu,” lanjut gubernur.
    Gubernur mengungkapkan, awalnya, ada tiga ruas jalan yang diharapkan untuk dibangun dengan waktu pembangunan multi years (tahun jamak), yaitu Batang Asai, Jangkat, dan Kerinci, namun karena keterbatasan dana, Jangkat yang yang dipilih, dan pemilihan jalan Jangkat itu sudah dikaji dari semua aspek.
    Dikatakan oleh gubernur, Jangkat sangat strategis untuk pengembangan agro. Gubernur yakin semua kabupaten mempunyai kelebihan masing-masing, dan kelebihan tiap kabupaten/kota mendorong kemajuan Provinsi Jambi.
    Gubernur berpesan supaya masyarakat Jangkat dan sekitarnya rajin-rajin bertani, memanfaatkan kesuburan tanah di Jangkat.
    Terkait penyerahan SK Hak Pengelolaan Hutan Desa, gubernur mengemukakan, jangan semua HPH (Hak Pengelolaan Hutan) untuk pengusaha, tapi ada juga yang ke desa. “Tapi, hutan harus diurus baik-baik,” tegas gubernur.
    Pada kesempatan tersebut, gubernur kembali menegaskan agar jangan ada lagi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). “Jangan ada orang yang membuka, kalau ada, sama-sama kamu mengusirnya. Saya mengutuk mereka yang melakukan PETI, merusak lingkungan, bahkan sampai merusak sawah masyarakat,” tutur gubernur.
Selanjutnya, gubernur berharap agar kedepan, Jambi harus lebih hebat.
    Kepada para wartawan yang mewawancarainya, gubernur menyatakan, telah diserahkan SK Gubernur Jambi tentang Hak Pengelolaan Hutan Desa kepada 3 bupati. Gubernur menjelaskan bahwa HPHD merupakan konsep dari Kementerian Kehutanan.
    “Kita itu diharapkan jangan hanya memberikan HPH kepada pengusaha, tetapi juga masyarakat kita pikirkan dengan pemberian HPHD. Kedepan, ini harus kita kembangkan terus. Dari hasil evaluasi pusat, Jambi termasuk terbesar unit dan luasnya, 44 ribu Ha hutan desa kita. Saya juga mendukung sepenuhnya kebijakan pusat ini. Pihak Pak Direktur, nanti akan mencoba melakukan kegiatan skala nasional di Jambi, bahkan skala Asia dan internasional, apakah dalam bentuk seminar, simposium dan sebagainya, dan termasuk pameran.
Gubernur mengungkapkan bahwa HPHD ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan hutan. “Hasil hutan itu kita manfaatkan dengan memberdayakan keterampilan masyarakat. Salah satu contoh, bambu, banyak sekali bambu di sini, tapi tidak digunakan. Supaya masyarakat jangan mengganggu Taman Nasional Kerinci Seblat misalnya, kita kembangkan keterampilan mereka, sehingga mereka memperoleh hasil. Dan ini akan berkembang apabila juga pemerintah ikut membantu, ikut memasarkan, termasuk juga membeli. Salah satu gagasan dari Pak Bupati Merangin misalnya, kenapa tidak ke depan, untuk dinas-dinas bukan kursi empuk yang dibeli, tapi membeli kursi yang dihasilkan dari keterampilan masyarakat, jadi UKM akan berkembang,” tutur gubernur.
    Bupati Merangin, Al Haris, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada gubernur atas pembangunan jalan Pulau Rengas – Jangkat.
    Al Haris mengungkapkan, gubernur juga telah mengupayakan agar 3 kecamatan (Jangkat, Lembah Masurai, dan Sungai Tenang mempunyai wadah berupa Kawasan Ekonomi khusus (KEK), bekerjasama dengan Universitas Jambi.
    Al Haris mengemukakan, Pemerintah Kabupaten Merangin bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jambi akan membangun Pasar Lelang Agro di Jangkat, yang tentunya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
    Al Haris menegaskan bahwa selaku bupati, dirinya akan mementingkan masyarakat. “Saya berdosa kalau tidak mementingkan masyarakat,” sebut Al Haris.
    Buati Merangin ini kemudian mengucapkan selamat kepada Gubernur yang telah dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden RI, selamat kepada istri gubernur Jambi, Hj.Yusniana HBA yang dianugerahi Lencana Melati Pramuka oleh Presiden RI, dan juga selamat kepada Sekda Provinsi Jambi, Ir.H.Syahrasaddin,M.Si yang juga dianugerahi Lencana Melati Pramuka oleh Presiden RI.
    Camat Sungai Tenang, Ali Supardi, S.Pd, pada intinya mengucapkan terimakasih kepada gubernur yang telah membangun jalan ke Luhak 16 yang terdiri dari 6 kecamatan, yaitu: 1.Jangkat, 2.Sungai Tenang, 3.Lembah Masurai, 4.Muara Siau, 5. Tiang Pungpung, dan 6.Bangko Barat.
    Ali Supardi menyatakan bahwa masyarakat sangat merasakan manfaatnya, khususnya untuk masyarakat Kecamatan Jangkat dan Sungai Tenang. “Masyarakat Jangkat dan Sungai Tenang bak mendapat durian runtuh,” ujar Ali Supardi.
    Dikatakan oleh Ali Supadi, sebelum jalan dibangun, waktu tempuh Sungai Tenang – Bangko bisa mencapai 12 jam, namun setelah jalan dibangun, mencapai 3 sampai 3,5 jam.
    Tokoh Masyarakat yaitu Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Merangin, Solihin, pada intinya mengucapkan terimakasih kepada gubernur atas pembangunan jalan Luhak 16. “Sungai Tenang seolah-olah bangun dari tidur,” sebut Solihin.
    Setelah itu, gubernur dan Bupati Merangin beserta rombongan meninjau pameran kegiatan pengelolaan hutan desa .Selanjutnya, gubernur dan istri, Bupati Merangin dan istri, serta Sekda Provinsi Jambi dan istri meninjau Air Terjun Rantau Suli. Dalam peninjauan ke air terjun tersebut, gubernur menyatakan bahwa air terjun Rantau Suli sangat indah dan berharap bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten II Sekda Provinsi Jambi, Ir.H.Haviz Husaini, beberapa orang kepala SKPD atau yang mewakili dari Pemerintah Provinsi Jambi, para pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Merangin, perwakilan dari Warsi Jambi, serta para undangan lainnya.(dhi/h)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.