Terpopuler

Back to Top

Video

Al Haris Buka Rakor Bidang Pertanian

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


THE JAMBI TIMES - MERANGIN - Bupati Merangin H Al Haris kemarin (6/2) membuka rapat koordinasi bidang pertanian di Kabupaten Merangin. Rakor yang berlangsung di Aula Bappeda Merangin tersebut, diikuti ratusan peserta.

Dalam sambutannya bupati mengatakan, program wajib tanam cabe (Watanabe) yang diluncurkan sejak 2015, benar-benar sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab cabe merupakan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga harga cabe bisa mempengaruhi invlasi negara. ‘’Jika tidak ada program Watanabe, begitu harga cabe itu mahal, maka akan sangat mempengaruhi masyarakat,’’ujar Bupati.

Program Watanabe lanjut bupati, sudah menyelamatkan masyarakat Kabupaten Merangin pasca melonjaknya harga cabe nasional. ‘’Kita telah memanfaatkan lahan perkarangan rumah untuk tanam cabe,’’terang Bupati.

Banyak orang terang bupati, terlena dengan hal-hal kecil yang menganggap cabe tinggal beli di toko saja. Padahal dengan menanam cabe di perkarangan rumah akan membatu perekonomian keluarga.

Pada tahun ini Kabupaten Merangin mendapatkan bantuan bibit cabe untuk 60 hektar lahan, dari Pemerintah Pusat. Sedangkan dari APBD Merangin dianggarkan untuk 500 ribu bibit batang cabe buat masyarakat.

Selain itu, bupati mengatakan pada 2017, Kabupaten Merangin mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pencetakan sawah baru. Ditargetkan bupati pada 2017 untuk hasil panen padi sawah sebanyak 130 ribu ton gabah kering giling.

‘’Tahun ini juga kita sudah membentuk Dinas Perikanan, saya minta  masyarakat bisa memanfaatkan lahan tidur seperti rawa-rawa untuk dijadikan kolam buat ternak ikan, nanti bibit ikan akan dibantu,’’jelas Bupati.

Selain itu bupati menargetkan setiap desa yang memiliki sungai, harus punya lubuk larangan. Dengan memperdayakan sungai menjadi lubuk larangan itu, dapat mewujudkan ekonomi kerakyatan. Keberadaan lubuk larangan itu nanti akan didata dan ada SK-nya.

Diakui bupati, banyak manfaat dari keberadaan lubuk larangan. Hasil panen bisa untuk memenuhi kebutuhan protein warga dan bisa dijual untuk membangun masjid atau fasilitas desa. Selain itu sungai jadi lestari, tidak tercemar dan keruh.

Lebih dari itu bupati menegaskan, pada 2017 Kabupaten Merangin juga mendapatkan bantuan ternak, untuk empat kelompok tani ternak. Setiap kelompok mendapatkan 50 ekor sapi.

Melalui bantuan itu, bupati berharap kedepannya Kabupaten Merangin tidak akan kekurangan daging dan tidak mendatangkan daging dari luar Kabupaten Merangin.

‘’Kita melihat petani kita banyak  yang belum memanfaatkan asuransi tani. Padahal asuransi ini murah dan bagus, karena bisa menyelamatkan para petani di saat petani mengalami gagal panen,’’terang Bupati lagi.

Pada kesempatan itu bupati menegaskan, melalui Rakor tersebut akan ada  singkronisasi program dan menyatukan rencana aksi antara TNI dan Pemerintah. Untuk kemakmuran para petani, bupati telah membentuk Dinas Pertanian, Dinas Tanaman Pangan, Dinas Peternakan Perkebunan dan Dinas Perikanan.

Dinas-dinas ini akan menjadi tim solid untuk mensejahterakan masyarakat Merangin. Pada Rakor itu dilakukan prosentase penelitian tentang pertanian dari Wageningen university belan oleh Lotte Suzanne Wottiez.(lik/adv)