News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Elektabilitas Ganjar Pranowo Tembus 30 Persen Tinggalkan Prabowo dan Anies

Elektabilitas Ganjar Pranowo Tembus 30 Persen Tinggalkan Prabowo dan Anies




Widodo SP - Seword


Ada yang menarik dari hasil survei terbaru Charta Politika, yang masih mengangkat topik seputar elektabilitas nama-nama potensial yang diprediksi akan menghiasi kertas suara, atau setidaknya akan bersaing merebut simpati dan dukungan dari partai-partai politik pada Pilpres 2024 nanti.

"Ganjar Pranowo dinilai sebagai tokoh paling banyak dipilih jika pemilihan Presiden dilaksanakan hari ini dengan 25,8%," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, Senin (20/12/2021).

Menariknya, kalau pilihan nama dibikin hanya 10 nama, sosok Ganjar Pranowo masih yang teratas dengan elektabilitas naik menjadi 28,2 persen, disusul Prabowo Subianto hanya mendapatkan 23,8 persen. Sisanya, masih setia mengekor di bawah dua nama tenar itu adalah Anies Baswedan (19,8 persen), Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil (5,8 persen), sedangkan tiga nama lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, dan Airlangga Hartarto hanya mendapat elektabilitas kecil, tak sampai 3 persen.

Bagaimana kalau pilihan hanya lima nama?

Pada survei yang sama dari Charta Politika tadi, saat pilihan hanya dikerucutkan menjadi lima nama, sosok Ganjar Pranowo masih tidak tergoyahkan di puncak "klasemen elektabilitas Capres potensial" hingga tembus angka 30,2 persen, diikuti oleh Prabowo Subianto di kisaran 25,8 persen atau berselisih 4,4 persen.

Sisanya, masih ada nama Anies Baswedan (22,3 persen), Sandiaga Uno (7,1 persen), dan Ridwan Kamil (5,9 persen). AHY ke mana ... ? Ya, nggak masuklah alias terlempar dari posisi lima besar, lha wong ditandingkan untuk sepuluh nama saja posisi AHY masih di bawah kok. Sabar ya, Mas AHY. Faktanya memang begitu.

Sementara itu untuk posisi calon Wakil Presiden, pilihan publik masih mengarah pada Sandiaga Uno (27,7 persen), diikuti Ridwan Kamil (17,4 persen), Khofifah Indar Parawansa (9,1 persen), AHY (9 persen), dan Puan Maharani (4,7 persen).

Kalau dilihat dari penyurvei, saya cenderung yakin akan validitas hasil survei ini, yang masih dengan yakin memantapkan posisi AHY dan Puan Maharani di posisi bawah alias sama sekali kurang potensial dilirik masyarakat untuk ajang Pilpres 2024 mendatang.

Cuma, terus terang saya bosan dengan nama-nama yang itu-itu saja, karena masih belum ada tokoh baru yang berpotensi meramaikan persaingan hingga mampu menjadi semacam kuda hitam bagi nama-nama yang selama ini menjadi favorit.

Masih agak jauh memang kalau disimpulkan sejak sekarang bahwa kandidat paling potensial hanyalah tiga nama teratas tadi, tapi nggak ada salahnya kalau publik mulai mengenalkan wajah-wajah baru, lalu memberitakan dengan cukup masif sebagai langkah "tes ombak" yang siapa tahu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kalau AHY sih, sebaiknya tidak perlu diberitakan lagi. Kasihan malah kalau sampai namanya semakin tenggelam kalau semakin sering diberitakan. Mbak Puan ... rupanya strategi baliho dengan slogan Kepak Sayap Kebhinnekaan itu nggak berhasil, Mbak. Turunkan saja, lalu diganti dengan fotonya Pak Ganjar saja yang jelas lebih dikenal oleh masyarakat. Hehehe...!

Cumaa ... kalau bicara kandidat potensial di luar nama-nama tadi memang susah sih, tapi kalau yang gede dan banyak omongnya malah banyak, juga yang nggak tahu diri plus kurang ngaca ... lalu merasa diri pantas menjadi Capres RI pada 2024 nanti. Ngimpi aja sih!

Akan tetapi, masih cukup waktu buat menggodok nama-nama baru, baik dari kalangan elit partai, aparat TNI, atau kepala daerah yang bisa mendadak muncul seperti terjadi pada Pilpres 2014 dengan sosok Jokowi yang fenomenal itu.

Tetap ada kemungkinan Calon Presiden potensial berasal dari kalangan yang mungkin tak pernah diduga, karena bursa Capres kali ini akan sangat kompetitif melibatkan nama-nama baru, karena tidak ada lagi calon petahana.

Akhirnya, melihat tiga nama yang berada di posisi paling atas survei Charta Politika tadi, mungkin akan muncul pula kekhawatiran:

"Bagaimana jika suatu saat posisi Anies menyodok dan menggusur Prabowo, dengan jarak semakin mendekati Gan


 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.