News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Abdi Nur 'Bapak Resam Indonesia'

Abdi Nur 'Bapak Resam Indonesia'

 

(Ibu-ibu mencari batang Resam)

The Jambi Times, JAMBI | Wawancara khusus pencetus dan penemu kerajinan dari pohon Resam hadir di redaksi The Jambi Times , Senin 13 Desember 2021 pukul 11:00 Wib. Ini.

Sosok Abdi Nur yang sangat sederhana ini dengan mengunakan topi yang terbuat dari Resam karya nya sendiri, dengan mengunakan celana setengah lutut dan gelang kaki dari Resam yang katangnya untuk kesehatan diri nya, akan mengupas dalam soal karya nya.

        (Dipondokan Abdi Nur Maestong, ibu,-ibu sedang ngayam  Resam)

Dengan mengunakan sepeda motor dari kediaman nya di Desa Suka Maju RT 02 Kecamatan Maestong Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi  menuju redaksi The Jambi Times di Jalan Penerangan Perum Psnorama Sakura Asri Blok T No.52 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi memakan waktu sekitar lebih 35 menit lamanya.

Abdi Nur lahir 5 Agustus 1963 di Desa Pematang Buluh Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hobi nya bermula membuat layang-layang dari pohon bambu atau pohon bulu bahasa Jambi nya. Kegiatan ini dilakukan nya sejak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Abdi Nur memiliki 4 orang anak,2 perempuan dan 2 laki-laki, istri bernama Fatmawati warga Maestong Kabupaten Muarojambi.




Kerajinan dari batang pohon Resam ini telah dilakukan sejak tahun 2000 hingga saat ini dan terus ditekuni sehingga nama Abdi Nur dikalangan terhormat dan petinggi daerah sudah tidak asing lagi hahkan dirinya banyak menyimpan WA dan nomor telpon kepala daerah khususnya ketua TP-PKK baik itu tingkat Provinsi, kota mapun Kabupaten.

Yang mengunakan hasil karyanya pun sudah meluas hingga ke tingkat nasional dan internasional, bahkan belasan pelajar yang berasal dari luar negeri pernah tinggal selama 3 bulan di kediamannya untuk menrliti pohon Resam tersebut.

Kini Abdi Nur terus berkarya dan terus menciptakan bibit-bibit menerus  untuk tetap abadi kerajinan Resam ini.

Dirinya sangat berharap produk Resam dapat diminati oleh masyarakat dari mancanegara karena memiliki daya pikat historis Melayu bangsa Indonesia khususnya daetah yang memiliki sumber tanaman pohon Resam.

Menurut Abdi Nur, daerah yang memiliki pohon Resam adalah di kepulauan Sumatera, Kalimantan sedangkan pulau Jawa, pohon Resam terbilang langka bahkan tidak ada tumbuh di sepanjang pulau Jawa.

Dan ini berjalanan sang Maestro Abdi Nur untuk mensosialisasikan kerajinan Resam di Indonesia.

1.  Tahun 2018, di Kalimantan Barat tepatnya di Pulau Datuk Kabupaten Kayang  melakukan pelatihan  selama 1 Minggu dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 orang dan fokus membuat topi dan gelang.

2 Tahun 2019, di Provinsi Kepulan Riau (Kepri) di Dabuk Singkep sebanyak 20 orang dilatih untuk membuat topi, gelang,tas. Pelatihan ini selama 1 Minggu.

3. Tahun 2018, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi di Desa Tanah Sepenggal  juga melatih kerajinan Resam.

4.  Tahun 2018, Kabupaten Batang Hari Desa Lubuk Kecamatan Pemayung melatih sebanyak 20 orang.

5  Tahun 2021, di Desa  Buluh Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat melatih sebauk 20 orang .

6 Tahun 2021, di Kabupaten Indera Giri Hilir Provinsi Riau melatih 20 orang merajut kerajinan Resam dengan nana produk  Tenong atau wadah beras untuk melayat ,gelang, piring, kotak tisu di desa ini Abdi Nur melatih selama 2 Minggu.

7 Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi tepatnya di Desa Mari Sebo, Abdi Nur nobatkan sebagai pembina berkelanjutan selama 5 tahun sejak tahun 2017 hingga 2021.

Semua ini berkat Pemerintah khususnya Dinas Koperasi dan UKM dan Disperindag.

Pola yang di dapat setelah berhasil melatih , Abdi Nur hanya mendapat keuntungan 20 persen jika hasil karya nya yang di buat oleh masing-masing anak didiknya berhasil diperdagangkan.

Sejak Pandemi' Covid-19, sebenarnya  Agenda Abdi Nur untuk melatih di daerah dan luar provinsi padat namun dibatalkan karena Covid-19.

Kerajinan Resam ini juga di lirik di kota Wisata terkenal di dunia yaitu Bali dan akan mempromosikan produk lokal Indonesia ini ke para Turis yang ada di Bali.

Kepala dinas Koperasi Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sarolangun Trianto juga tertarik dan memerintahkan Kepala bidang untuk tetap memasukan program pembinaan dan pelatihan anyaman tahun 2022 .

Trianto sangat tertarik dengan kerajinan Resam ini karena pohon Resam di Kabupaten Sarolangun terbilang tumbuh subur di tiap desa di Kabupaten ini.

Seyogyanya  Pemerintah sudah waktunya untuk menobatkan Abdi Nur sebagai "Bapak Resam Indonesia" karena telah berhasil menganggat budaya lokal ini ke tingkat nasional bahkan Internasional .

Produk yang di hasilkan pun terbilang banyak , kini Abdi Nur akan fokus membuat meja dan kursi dengan memiliki kualitas, dan bisa bersaing dipasaran, hal ini tidak terlepas dari peran PEMERINTAH  untuk serius menciptakan produk  dalam negeri untuk ikut meramaikan  ke pasar global.

Abdi Nur mengatakan,"batang Resam ini ada tiga lapisan, masing-masing lapisan memiliki daya tahuan dan kekuatan tersendiri dan wana alami bercorak coklat muda, dan tua". 

Abdi Nur juga mengharapkan,'jika bisa topi Pramuka Indonesia diganti dengan bahan resam hasil karnya karena warna alami sana dengan topi Pramuka dengan warna kecoklatan, hanya saja bahan bakunya yang diganti . La", tutup Abdi Nur.

Tim redaksi The Jambi Times


 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.