Tim PSP PMI Tebo, Sikapi Kasus
The Jambi Times - Tebo - Dalam
menyikapi permasalahan tentang kasus mengenai dikeluarkanya dua orang
siswa SD 195/VIII berinisial AD dan RD maka PMI Kabupaten Tebo
menerjunkan Team PSP (Psychosocial Support Programme) atau yang lebih
dikenal Dukungan Psikososial yang bertujuan untuk meminimalisir adanya
dampak kasus kepada Psikososial anak.
Psikososial sendiri memiliki makna Hubungan dinamis antara
aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan
mempengaruhi secara berkelanjutan. Apabila hubungan Psikososial tidak
berjalan seperti biasanya, maka akan berpengaruh pada Dampak psikologis
yaitu dampak yang mempengaruhi pikiran, keyakinan, perasaan, perilaku
dan Dampak social yaitu dampak yang mempengaruhi hubungan sosial (dengan
keluarga, teman, masyarakat), kegiatan masyarakat (misalnya sekolah),
dan lingkungan.
“PSP itu sangat penting diaplikasikan kepada masyarakat
tentunya dengan kriteria tertentu sesuai denga hasil Assesment” tutur
Slamet Setya Budi Kepala Markas PMI Tebo. Aplikasi PSP sendiri memiliki
berbagai tahapan, dan tahap pertama yang dilakukan adalah assesment yang
bertujuan untuk mengetahui latar belakang, rutinitas keseharian
disekolah, dan tindakan guru.
Dari hasil Assesment
Psikososial yang didapat langkah yang diambil oleh pihak sekolah sudah
baik diantaranya yaitu mengamati keseharian anak tersebut baik
dilingkungan keluarga maupun sekolah selama 2 bulan. Hasil pengamatan
tersebut, menunjukan bahwa Siswa tersebut termasuk anak yang nakal dan
adanya prilaku menyimpang sehingga pihak sekolah memanggil orang tuanya
untuk melakukan diskusi.
Dikarenakan kejadian
terus berulang - ulang maka pihak sekolah memberikan arahan kepada wali
murid yang bersangkutan karena dikhawatirkan akan menimbulkan
perkelahian antar siswa dan membahayakan yang bersangkutan. Dari hasil
diskusi, Wali murid yang diwakili oleh Ibu AD dan RD juga menyanggupi
untuk pindah sekolah atau ke pesantren.
Sementara itu, pihak
sekolah juga menawarkan kepada wali murid agar mengurus surat pindah.
Namun, Wali Murid tidak kunjung mengurus surat pindah sehingga pihak
sekolah mencari informasi dan mendapati salah satu siswa sudah ada yang
melanjutkan sekolah.
"Langkah - langkah
pihak sekolah sejauh ini sudah benar dan tidak mengurangi atau bahkan
mengganggu sistem dukungan Psikososial anak" tambah Julyanto Federamos
Team PSP PMI Tebo.
Namun diharapkan
kejadian ini tidak lantas membuat masyarakat memandang siswa tersebut
negatif. Karena pada dasarnya tahap perkembangan anak juga dipengaruhi
oleh lingkungan dan lingkungan juga memiliki peranan dalam mendukung
Psikologi seorang anak.(budi)
