Di Bulian,Harga Cabe Melambung Tinggi
The Jambi Times - Batang Hari - IRT Menjerit, pedagang mengeluh minimnya pasokan dari tengkulak-Harga cabe merah sepekan terakhir terus melonjak tanjam pada sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Batanghari. Melonjaknya harga cabe merah ini, akibat kurangnya pasokan cabe dari luar daerah yang diterima pedagang.
Misalnya di Pasar Keramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian. Harga cabe merah
dijual pedagang mencapai Rp. 60 perkilo. Harga ini tentu akan berdampak
terhadap pedagang. Pasalnya, cabe merah yang mereka jual sepi dari pembeli,
akibat tingginya harga dalam setiap kilogram.
“ Harga cabai merah hari ini naik jadi 60 ribu perkilo,” ungkap Abdul,
salah pedagang cabai merah di Pasar Keramat Tinggi, Senin (14/3), seperti
dilansir Kenali.co.
Menurut Abdul, kenaikan harga cabai merah ini sudah terjadi sejak beberapa
pekan terakhir. Puncak kenaikan harga terjadi pada hari ini (kemarin-red).
“ Pasokan dari tengkulak yang kurang, sedangkan permintaan meningkat,
sehingga harga jual cabai melambung,” bebernya.
“ Kita beli dari tengkulak tinggi, tentu saja Kita jual dengan harga yang
lebih tinggi lagi jika tidak maka akan rugi,” imbuhnya.
Akibat naiknya harga cabai merah ini, lanjut Abdul, pembeli hanya membeli
untuk kebutuhan masak saja. Dalam sehari paling banyak cabai yang terjual
sekitar 10 kilo.
“ Biasanya saat harga cabai masih normal, dalam sehari cabai yang terjual
20 sampai 25 kilo,” keangnya.
Dijelaskan Abdul, menurut pegakuan dari pemasok cabai, naiknya harga cabai
saat ini karena banyak lahan petani cabai yang rusak lantaran buah membusuk
akibat hujan.
Akibatnya para petani menjual cabai lebih tinggi untuk menutupi cabai
mereka yang rusak akibat buah banyak yang busuk. Sementara untuk Kabupaten
Batanghari sendiri, pasokan cabai didatangkan dari luar seperti Kerinci,
Lampung dan Bangko.
Kenaikan harga jual Cabe merah hingga menembus angka Rp 60 ribu,
menimbulkan kepanikan bagi ibu rumah tangga. Mar, salah satu IRT yang
berdomisili di Kota Muara Bulian menyebutkan, kenaikan harga cabe sangat
memberatkan dirinya. Apalagi cabai merupakan salah satu menu utama untuk
memasak sambal dan gulai.
“ Sekarang ini Kita harus irit memakan cabai, apalagi dengan kondisi harga
saat ini, semoga harga cabe bisa kembali norma secepatnya,” pungkasnya. (tim-jt/sin)
