News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

Dewan Ingin Kasat Pol-PP Dicopot

Dewan Ingin Kasat Pol-PP Dicopot





The Jambi Times - Batang Hari - Gedung Bulian Sport Center (BSC) dan Waterboom Batanghari, hingga saat ini belum mendapat penjagaan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Batanghari.

Hal ini menimbulkan kritikan pedas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari. Dampaknya, Dewan merekomendasikan agar Kepala Satuan Pol-PP Batanghari, Ahmad Hariono untuk dicopot dari jabatanya sebagai Kasat Pol-PP Batanghari.

“ Dewan akan segera merekomendasikan Kasat Pol-PP untuk dicopot dari jabatannya. Karena selama ini tidak becus dalam bekerja,” kata salah satu Anggota DPRD Batanghari, Mashuri, kepada wartawan belum lama ini.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menjelaskan, Dewan telah menegaskan kepada Satpol PP Batanghari, untuk melakukan penjagaan terhadap Dua Aset Pemkab Batanghari tersebut.

Namun pada kenyataannya, anggota Satpol PP Batanghari enggan menjaga BSC dan Waterboom Batanghari. Padahal menjaga Aset Pemkab Batanghari, sambung Mashuri, merupakan tugas dan fungsi Satpol PP.

“ Tugas dan fungsi Satpol PP adalah menjaga Aset Pemkab, mengapa hal ini tidak dilakukan sampai hari ini,” cetus Mashuri.

Pria yang dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD Batanghari ini menegaskan, aksi pencurian kerap terjadi akibat BSC dan Waterboom Batanghari tidak mendapat penjagaan.

“ Makanya sering terjadi aksi pencurian, karena kedua Aset Pemkab tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa dijaga,” sindirnya.

Dewan beberapa waktu lalu, sambung Mashuri, telah melakukan pemanggilan terhadap pihak Satpol PP Batanghari. Hanya saja pemanggilan tersebut terkesan sia-sia, karena tidak dihadiri Kasat Pol PP Batanghari.

“ Kasat Pol PP pernha dipanggil Dewan, tapi tidak hadir,” kisah Mashuri.

Akibat ketidakhadiran Kasat Pol PP Batanghari, lanjut Mashuri, Dewan merasa telah dikangkangi dan dianggap remeh oleh Kasat Pol PP.

“ Memang selayaknya Kasat Pol PP segera dicopot dari jabatannya, tidak becus itu dalam bekerja,” pungkas Mashuri.

Terpisah, Kasat Pol PP Batanghari, Ahmad Hariono, membantah bahwa pihaknya pernah dipanggil DPRD Batanghari. Ia mengatakan, apabila memang pihak Dewan memanggil dirinya selaku pimpinan Pol PP Batanghari, tentu dirinya akan memenuhi panggilan tersebut.

“ Sampai hari ini Kasat Pol PP Batanghari tidak pernah dipanggil Dewan,” tegas Hariono, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (14/3) petang.

Ditanya apakah dirinya siap dicopot dari jabatan Kasat Pol PP Batanghari, sesuai dengan rekomendasi DPRD Batanghari kepada Bupati? Hariono dengan nada tenang mengatakan bahwa dirinya sangat siap apabila harus dicopot.

“ Saya siap dicopot kapanpun,” jawabnya.

Ia menilai wajar atas rekomendasi Dewan kepada Bupati Batanghari, untuk mencopot jabatannya sebagai Kasat Pol PP Batanghari. Pasalnya, sesuai dengan fungsi Dewan sebagai sosial kontrol yang mewakili masyarakat.

“ Rekomendasi Dewan itu hal yang wajar, sesuai dengan fungsi Dewan. Untuk itu sekali lagi Saya katakan, bahwa kapapun Saya siap dicopot dari jabatan,” tambahnya.

Hariono sangat menanti DPRD Batanghari dalam hal ini Komisi I untuk melakukan pemanggilan terhadap Satpol-PP Batanghari. Dengan demikian akan terbukti jelas persoalan yang terjadi. Sehingga tidak ada lagi asumsi yang mengatakan bahwa Satpol PP Batanghari tidak bersedia menjaga BSC dan Waterboom.

“ Satpol PP Batanghari sangat menugggu panggilan resmi Komisi I DPRD Batanghari. Nanti akan terbuka siapa yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal ini,” tutur Hariono.

Daftar Aset BSC dan Waterboom Batanghari, lanjut Hariono, sampai hari ini tidak pernah terdata oleh pihak Aset Setda Kantot Bupati Batanghari. Hal inilah yang membuat Satpol PP Batanghari tidak melakukan penjagaan.

“ Daftar Aset di Waterboom Batanghari tidak pernah ada. Jadi apa yang akan dijaga Satpol PP? Tidak mungkin Kita melakukan penjagaan, sementara isi yang berada dalam bagunan tersebut tidak diketahui,” tutup Hariono (tim-jt/sin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.