Gubernur : Standar Kelulusan Jangan Untuk Kepentingan Nasional
The Jambi Times - Jambi - Gubernur Jambi,Hasan Basri Agus menekankan supaya standar kelulusan Akademi Analis Kesehatan (AAK)
Provinsi Jambi jangan hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga
untuk kepentingan internasional. Hal tersebut disampaikan oleh gubernur
dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Pelantikan dan
Pengambilan Sumpah Lulusan Akademi Analis Kesehatan Provinsi Jambi Tahun
Akademik 2013/2014, bertempat di Ball Room Hotel Novita, Kota Jambi,
Kamis (23/10) siang.
Gubernur mengemukakan, pentingnya peningkatan standar kelulusan yang bukan hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga untuk kepentingan internasional sesuai dengan tutuntutan zaman dan era globalisasi.
Gubernur menyatakan agar para wisudawan dan wisudawati tidak hanya terpaku untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun berusaha masuk dalam dunia usaha.
Selain itu, gubernur juga berharap agar Akademi Analis Kimia Provinsi Jambi memacu diri supaya menjadi lembaga kesehatan yang handal.
Pada kesempatan tersebut, gubernur diberi kehormatan untuk menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik (Triana Wati dengan IPK 3,68) dan kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah.
Kepada para wartawan yang mewawancarainya, gubernur menyatakan,"Saya dapat informasi dari direktur (AAK) tadi bahwa ternyata anak-anak tamatan AAK ini banyak digunakan oleh pihak swasta, malahan ada yang sudah mesan dulu. Terutama mereka itu dibutuhkan di laboratorium," ujar gubernur.
"Tadi dikatakan, dosen kita masih kurang yang pendidikan S2. Diharapkan (dosen-dosennya) sudah S2 dan jika mungkin sudah S3. Dan, Saya mendorong peningkatan status sekolah ini dari D3 menjadi S1. Itu sudah diprogramkan Kepala Dinas Kesehatan (Provinsi Jambi). Nanti, jika diperlukan rekomendasi dari gubernur, akan kita bantu, termasuk juga upaya kita meningkatkan sumber daya manusia dosennya," ungkap gubernur.
"Saya harap, kedepan, sekolah ini semakin dibutuhkan oleh masyarakat dan stakeholders yang ada kaitannya dengan analis kesehatan," tutur gubernur.
Sebelumnya, Direktur Akademi Analis Kesehatan Provinsi Jambi, Bairizal, dalam laporannya menyampaikan, AAK ini merupakan pengembangan dari Sekolah Menengah Kesehatan dan telah memperoleh akreditasi B.
Bairizal menyatakan, jumlah dosen AAK Provinsi Jambi sudah mencukupi, namun masih kurang yang sudah S2, sembari berharap agar Pemerintah Provinsi Jambi membantu memberikan beasiswa S2 untuk dosen AAK.
Bairizal mengungkapkan, AAK sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi agar kedepan memberikan beasiswa bagi dua lulusan terbaik (SLTA) dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan di AAK Provinsi Jambi.
Di katakan oleh Bairizal, yang diwisuda kali ini terdiri dari 23 wisudawan dan 88 wisudawati. Dan IPK tertinggi 3,68.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi,Yusniana Hasan Basri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr. Andi Pada, M.Kes, serta para undangan lainnya. (Tim-JT).
Gubernur mengemukakan, pentingnya peningkatan standar kelulusan yang bukan hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga untuk kepentingan internasional sesuai dengan tutuntutan zaman dan era globalisasi.
Gubernur menyatakan agar para wisudawan dan wisudawati tidak hanya terpaku untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun berusaha masuk dalam dunia usaha.
Selain itu, gubernur juga berharap agar Akademi Analis Kimia Provinsi Jambi memacu diri supaya menjadi lembaga kesehatan yang handal.
Pada kesempatan tersebut, gubernur diberi kehormatan untuk menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik (Triana Wati dengan IPK 3,68) dan kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah.
Kepada para wartawan yang mewawancarainya, gubernur menyatakan,"Saya dapat informasi dari direktur (AAK) tadi bahwa ternyata anak-anak tamatan AAK ini banyak digunakan oleh pihak swasta, malahan ada yang sudah mesan dulu. Terutama mereka itu dibutuhkan di laboratorium," ujar gubernur.
"Tadi dikatakan, dosen kita masih kurang yang pendidikan S2. Diharapkan (dosen-dosennya) sudah S2 dan jika mungkin sudah S3. Dan, Saya mendorong peningkatan status sekolah ini dari D3 menjadi S1. Itu sudah diprogramkan Kepala Dinas Kesehatan (Provinsi Jambi). Nanti, jika diperlukan rekomendasi dari gubernur, akan kita bantu, termasuk juga upaya kita meningkatkan sumber daya manusia dosennya," ungkap gubernur.
"Saya harap, kedepan, sekolah ini semakin dibutuhkan oleh masyarakat dan stakeholders yang ada kaitannya dengan analis kesehatan," tutur gubernur.
Sebelumnya, Direktur Akademi Analis Kesehatan Provinsi Jambi, Bairizal, dalam laporannya menyampaikan, AAK ini merupakan pengembangan dari Sekolah Menengah Kesehatan dan telah memperoleh akreditasi B.
Bairizal menyatakan, jumlah dosen AAK Provinsi Jambi sudah mencukupi, namun masih kurang yang sudah S2, sembari berharap agar Pemerintah Provinsi Jambi membantu memberikan beasiswa S2 untuk dosen AAK.
Bairizal mengungkapkan, AAK sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi agar kedepan memberikan beasiswa bagi dua lulusan terbaik (SLTA) dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan di AAK Provinsi Jambi.
Di katakan oleh Bairizal, yang diwisuda kali ini terdiri dari 23 wisudawan dan 88 wisudawati. Dan IPK tertinggi 3,68.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi,Yusniana Hasan Basri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr. Andi Pada, M.Kes, serta para undangan lainnya. (Tim-JT).
