News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

77 Ilmuan Desak Polri Selidiki Lembaga Survei yang Diduga Palsukan Data

77 Ilmuan Desak Polri Selidiki Lembaga Survei yang Diduga Palsukan Data



The Jambi Times Jakarta - Sebanyak 77 ilmuan dan akademisi lintas bidang, rumpun dan perguruan tinggi mendesak institusi penegakan hukum, khususnya Kepolisian RI agar sungguh-sungguh menyelidiki kredibilitas, rekam jejak, dan menindak tegas lembaga survei jika diduga kuat memalsukan data dan membohongi publik. Pemalsuan data dan pembohongan publik berdampak serius dan fatal bagi keutuhan masyarakat dan masa depan Indonesia.

Juru bicara ilmuan Indonesia itu, Prof Dr Sulistyowati Irianto mengatakan, Polri juga harus memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga masyarakat sipil yang berpartisipasi untuk membantu proses pernghitungan suara. Kepada para pengelola lembaga survei, agar melakukan uji publik validitas data dengan mengkarifikasi metode dan sampelnya.

"Kepada masyarakat ilmiah agar ikut serta mengawal perhitungan suara, mengawasi dan memastikan agar perhitungan suara yang tengah berlangsung benar-benar dilakukan dengan metode yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," ujar Sulistyowati Irianto dalam konferensi pers, menyikapi hasil pemilihan presiden di Kampus Pascasarjana UI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (15/7).

Ilmuan lainnya, Prof Muhadjir Darwin mengatakan, salah satu kelompok pelaksana quick count ada yang tidak beres karena metodologi yang tidak benar. Akibatnya, salah satu kelompok ini bisa mengabil kesimpulan yang salah.

"Semua ngakunya random. Ada sesuatu diantara kedua belah pihak, salah," kata Muhadjir.

Dia melihat ada yang sengaja melakukan quick count dengan tujuan bohong. Untuk itu kasus ini harus diusut tuntas, karena berdampak buruk bagi penelitian dan statistik keilmuan.


Penulis: H-14/FAB
Sumber:Suara Pembaruan

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.