Dana Hibah Amerika Harus Sesuai Konsep
The Jambi Times - Muaro
Jambi - Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar bersama Dubes USA Robert
Blake meninjau lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik dari
Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit PT. Biccon Argo Makmur, Rabu (4/6/2014).
Energi
terbarukan merupakan Proyek Kemakmuran Hijau dari Millennium Challenge
Corporation untuk mendanai pembangunan ekonomi rendah karbon di
Kabupaten terpilih, hal ini mendapat sambutan baik dari Wakil Gubernur
Jambi agar proyek berjalan optimal,"Komitmen pemerintah untuk program
ini dengan harapan masyarakat mendukung terlaksananya program ini dengan
baik.
Menurut Wagub, pembangunan yang baik itu
terlebih dahulu memikirkan dampak buruk yang akan terjadi sehingga tidak
terjadi permasalahan dikemudian hari,Kita harus berubah kearah yang
lebih baik dengan memikirkan dampak buruk pembangunan dan ini harus kita
lakukan agar pembangunan kita semakin baik.
Pemanfaatan
limbah cair pabrik sawit tersebut sangat diharapkan bisa terlaksana
yang dapat memberi manfaat bagi pembangunan di Provinsi Jambi,"Kita
berharap ini berjalan baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Sedangkan Dubes USA Robert Blake menyampaikan proyek
energi terbarukan dengan tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca,dampak
iklim serta memperbaiki pengelolaan lingkungan yang memiliki harapan
menjadi model pembangunan yang sengat relevan bagi Indonesia,"Kombinasi
program yang kami sukai dan proyek ini terus dipantau dan apa dampak
ekonomi bagi masyarakat yang langkah berikutnya bisa dikembangkan oleh
pemerintah," ujar Dubes.
Dengan potensi 600 pabrik kelapa sawit yang
ada di Indonesia berpotensi menghasilkan listrik sebesar 1000 Mega Watt
diantaranya terdapat 12 pabrik kelapa sawit di Muaro Jambi yang
direncanakan limbah cair PT. BAM mampu menghasilkan 1,2 MW untuk 2500 KK
dengan daya 450 VA disetiap rumah atau 1300 KK dengan daya 900 VA. Pembangunan Energi Terbarukan Limbah Cair Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent)
Kabupaten
Muaro Jambi menjadi bagian dari 11 Provinsi yang mendapat dana hibah
dari MCC melalui MCA Indonesia yang akan bekerjasama dengan pemerintah
dalam pelaksanaan proyek dilapangan lima tahunan.
Sementara Direktur
Bagian Kemakmuran Hijau MCAI Budi Sukuco menyampaikan dana 600 juta
dolar AS untuk Indonesia (2013-2018) akan dialokasikan untuk daerah yang
sudah ditetapkan.(Tim-JT)
