Gubernur Harap kongres Hasilkan Pimikiran Atasi Indoensia
The Jambi Times - Jambi - Gubernur
Jambi, Hasan Basri Agus (berharap agar Kongres Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia (PMII) menghasilkan pemikiran untuk mengatasi permasalahan
negara Indonesia. Harapan tersebut dikemukakan oleh gubernur dalam Pembukaan
Halaqah Akbar dan Kongres XVIII PMII, bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR),
Kotabaru, Kota Jambi, Jumat sore (30/5).
Gubernur mengajak PMII untuk peka dan jeli melihat kenyataan
bahwa setelah Reformasi, masih sangat banyak persoalan-persoalan bangsa yang
perlu dibenahi, mengevaluasi keadaan, serta turut menyusun agenda kebangsaan
yang lebih kuat ke masa depan, sesuai amanah para pendahulu dan pejuang bangsa,
yang telah menyumbangkan fondasi kebangsaan. "Melalui kongres ini, saya
berharap, saudara-saudara dapat berdiskusi lebih dalam dan berdialog, terhadap
berbagai permasalahan yang dihadapi organisasi dan bangsa, serta upaya-upaya
untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, dan menggali serta meningkatkan
peran dan fungsi PMII dalam pembangunan bangsa," harap gubernur.
Selanjutnya, Gubernur Jambi HBA juga mengharapkan agar
melalui Kongres PMII tersebut, kader PMII dapat mengantisipasi pengaruh negatif
budaya global yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Usai pembukaan
kongres, kepada para wartawan yang mewawancarainya, gubernur mengemukakan bahwa
dirinya sangat mengapresiasi Kongres Nasional PMII yang baru pertama kali
diselenggarakan di Jambi.
Gubernur menjelaskan,
ada dua harapan untuk kepentingan Provinsi Jambi dengan penyelenggaraan Kongres
Nasional PMII ini, yaitu, pertama, kongres ini diharapkan dapat meningkatkan
promosi daerah dan peningkatan perekomomian Jambi. "Agar adik-adik kita,
kader-kader PMII dari provinsi lain semakin mengenal Jambi," ujar gubernur.
Kedua, untuk pembinaan
kepemudaan di Provinsi Jambi secara umum dan kader PMII secara khusus.
Pengurus Besar
Nahdatul Ulama, Mun'im DZ dalam sambutannya pada intinya menekankan agar PMII
menjadi bagian penting dalam melakukan perbaikan politik dan ekonomi nasional.
Perwakilan Majelis Pembina Nasional PMII, Dr.Ali Masykur
Musa, dalam sambutannya menyatakan bahwa organisasi PMI harus tetap pada rel
intelektual dan jangan sampai PMII kehilangan rohnya, serta untuk itu
intelektualitas harus dijunjung tinggi. "Kehebatan PMII dari dulu adalah
intelektualitasnya," ujar Ali Masykur Musa.
Ali Masikur Musa menekankan agar PMII dijadikan sebagai
organisasi kader dan harus ada kaderisasi dalam PMII.
Ali Masykur Musa
mengingatkan agar PMI tidak hanya diam ketika ada penyimpangan, PMII harus
menjadi organisasi pergerakan, namun jangan menjadi korban pergerakan.
Ali Masykur Musa juga menekankan agar PMII tidak menjilat.
"PMI tidak boleh menjilat," sebut Ali Masykur Musa.
Selanjutnya, Ali
Masykur Musa menyampaikan 3 pesan, yaitu:
1.Agar kader PMII menjadikan PMII sebagai organisasi yang memiliki kepemimpinan yang baik
1.Agar kader PMII menjadikan PMII sebagai organisasi yang memiliki kepemimpinan yang baik
2. "Sekarang zamannya profesional, jadi profesinya harus
jelas," ungkap Ali Masykur Musa.
3. Integritas. "Jadikalah anda menjadi PMI yang KPI,
Kepemimpinanya baik dan teruji, Profesionalismenya jelas, dan Integritasnya kuat,"
tutur Ali Masykur Musa.
Ketua Pengurus Besar PMII Indonesia, Adi Jaruddin, dalam
sambutannya menyatakan, PMII turut mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Adi Jaruddin
menghimbau seluruh anggota PMII untuk terus belajar demi kejayaan Indonesia.
Selanjutnya, Adi Jaruddin mengharapkan supaya kongres yang
diselenggarakan selama seminggu ini bisa menghasilkan ide-ide cerdas bagi
kemajuan Indonesia.
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Jambi, Afriyoga
mengatakan kongres ini akan diikuti oleh 233 pengurus cabang se Indonedia.
Afriyoga mengemukakan bahwa PMII harus memiliki
targetan-targetan yang jelas.
Ketua Panitia Nasional, Aidil Azhari, dalam laporannya
menyampaikan, tema kongres ini adalah "Harmoni Bernegara untuk Kejayaan
Indonesia."
Aidil Azhari
menyatakan, tema tersebut dipilih demi menjunjung tinggi harmoni dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Aidil Azhari
mengungkapkan, alasan pemilihan Jambi sebagi tuan rumah adalah karena Jambi
pernah menjadi pusat Melayu se Nusantara.
Dikatakan oleh Aidil Azhari, peserta yang sudah teregister
dalam kongres ini 125 cabang, sisanya masih dalam perjalanan menuju kongres.
Pada kesempatan ini pula turut ditampilkan pertunjukan
spektakuler se-Sumatera yang dipandu oleh Sunaryo dan Vita Riskiana diantaranya
penampilan Tarian Gending Sriwijaya oleh IAIN Raden Fatah Palembang, Tarian
Ngayun Luci dari Kabupaten Kerinci serta berbagai pertunjukkan lainnya.
Turut hadir dalam
acara tersebut, senior PMII yang juga anggota BPK RI; Walikota Jambi, H.Syarif
Fasha; serta para undangan lainnya. (Tim-JT).
