Tangis Haru Warnai Wisuda Tahfidz Qur’an Angkatan Ke III Diniyyah Al-Azhar Jambi
The Jambi Times, JAMBI | Kitab suci Al Qur’an dianugerahkan kepada umat muslim untuk menyempurnakan petunjuk-petunjuk Allah, agar setiap muslim mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Orang yang mahir membaca Al Qur’an nantinya akan ditempatkan bersama malaikat pencatat yang patuh kepada Allah yang selalu berbuat kebaikan. Terlebih jika mampu menjadi hafidz/hafidzah, banyak sekali keutamaan yang akan diperoleh. Untuk itulah Diniyyah Al-Azhar Jambi selalu mengedepankan program tahfidz bagi seluruh siswa-siswinya, santriwan dan santriwati, serta para mahasantri.
Setelah melaksanakan karantina tahfidz lebih dari tiga pekan, yakni sejak 20 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021, para peserta karantina tahfidz angkatan ke III akhirnya berhak menyandang mahkota cahaya, yang dipersembahkan kepada Ayah dan Bunda tercinta sebagai bekal menuju surgaNya kelak. Wisuda tahfidz angkatan ke III SMAIT Diniyyah Al-Azhar Jambi yang berlangsung pada Kamis (07/01) di Aula Gedung Muzdalifah ini mengusung tema ‘Mahkota Cahaya Penghafal Al Qur’an‘.
Wisuda Tahfidz Angkatan ke III ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Jambi, Ust. H. M. Hafizh El Yusufi, S.Pd.I., M.M. Para Kepala Divisi di Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Centre-Jambi, para guru, dan juga Novelis Jambi, Berlian Santosa, serta tentunya tamu teristimewa, yakni para orang tua peserta karantina tahfidz, yang semuanya mematuhi prosedur protokol kesehatan untuk melawan Covid-19.
Ketua Panitia Karantina Tahfidz Ustadz Abdurachman B, Lc. dalam sambutannya mengatakan bahwa selama hampir tiga pekan menjalani karantina tahfidz para siswa dan siswi telah menghafalkan Al Qura’n sebanyak dua dan tiga juz.
“Wisuda Tahfidz ini bukanlah akhir dari karantina tahfidz semata namun ini adalah permulaan bagi mereka untuk bisa mendekatkan diri lagi kepada Al Qur’an”ungkapnya.
Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Jambi Ustadz H.M. Hafizh El Yusufi S.Pd.I., M.M. dalam sambutannya memaparkan bahwasanya inti daripada Wisuda di Diniyyah Al-Azhar ini adalah wisuda tahfidz.
“Cita-cita Diniyyah Al-Azhar ini sungguh sangat besar , karena kita memahami 10 tahun 20 tahun yang akan datang bagaimana kondisi indonesia jika kita tidak peduli dari sekarang, minimal kita berbuat sesuai kapasitas kita, dan sebagaimana kemampuan kita, minimal kita bisa menyiapkan mereka untuk menjadi generasi pemimpin-pemimpin di masa depan.Program atau goals utama yang dimiliki oleh Diniyyah Al-Azhar pada tahun ini yaitu ada lima, kita ingin menjadikan anak-anak kita itu anak-anak yang memiliki karakter islami, anak-anak memiliki kemampuan hafalan Al Qur’an yang baik, memiliki kemampuan leadership, kemampuan literasi dan yang terakhir adalah prestasi” papar Ustadz Hafizh.
Prosesi Wisuda Tahfidz ini diwarnai isak tangis haru dari para peserta, dan juga orang tua, ketika para siswa ini menyanyikan lagu ‘Aku Hafidz Qur’an’ yang diiringi pemutaran slide video seluruh kegiatan mereka selama tiga pekan mengikuti karantina tahfidz, mulai dari hafalan Qur’an, setoran hafalan, sholat berjamaah, baik sholat lima waktu hingga sunnah, Dhuha dan Tahajud.
Launching Buku DIAZlicious Karya Siswa-Siswi Kelas XII SMAIT
Pada Wisuda Tahfidz ini juga diluncurkan Buku DIAZlicious, buku ini merupakan hasil karya tulisan tangan siswa dan siswi kelas XII SMAIT Diniyyah Al-Azhar Jambi yang merupakan perwujudan pengabdian mereka kepada masyarakat melalui hasil goresan tinta diatas kertas.
Buku bertajuk DIAZlicious ini disunting langsung oleh Novelis ternama di Jambi, yakni Berlian Santosa, yang sangat mengapresiasi hasil karya siswa dan siswi DIAZ Jambi.
Ustadz Hafizh juga memaparkan bahwasanya dirinya amat bangga akan hasil karya siswa dan siswi ini “Teruslah menulis karena dengan menulis akan memperpanjang umur kedua kita. Kita punya umur pertama dan umur kedua. Umur pertama akan berakhir dengan kematian kita, umur kedua kita adalah sesuatu yang kita tinggalkan, legacy di dunia ini termasuk amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, karya-karya amal kita dan lain sebagainya. Dan menulis buku termasuk amal jariyah yang insyaallah walaupun mereka suatu saat nanti tiada lagi di dunia, jika bacaan itu masih terus dibaca oleh orang banyak dan dapat merubah pribadi-pribadi orang lain dan terinspirasi dengan para yang mereka tulis. Insyaallah mereka dapat kiriman pahala meskipun mereka sudah tidak ada di dunia ini lagi.” ujarnya..
Sumber: Al Azhar Jambi
