News Breaking
Live
wb_hadi

Breaking News

PT WKS Mengakui Telah Meracuni Tanaman Masyarakat Pakai Drone

PT WKS Mengakui Telah Meracuni Tanaman Masyarakat Pakai Drone

The Jambi Times, TEBO | Petani Di Muaro Kilis dan Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Kecewa oleh PT Wira Karya Sakti (PT.WKS) yang meracuni tanaman mereka melalui drone. Persoalan inipun menuai kritik sejumlah organisasi masyarakat sipil yang ada di Jambi. 

“Ditengah bencana covid-19 begini dimana kita semua prihatin dan berjuang untuk bertahan hidup dan mendorong ketahanan pangan ternyata ada yang memanfaatkan situasi. Kami tentu memperkuat barisan di masyarakat dan besok akan turun ke lokasi” ujar Frans Dodi, Korwil Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Jambi, Jum’at (10/4/2020). 

Ketika dikonfirmasi atas perihal ini pihak perusahaan menjawabnya dengan santai. Menurutnya, itu upaya perusahaan untuk mempertahankan areal agar tidak direbut oleh masyarakat. 

“Iya, tanaman itu (di racun - red) di lokasi yang mereka tanam di areal eks harvesting. Kita cuma mempertahankan areal eks harvesting bukan di areal yang sudah mereka garap sebelumnya” ujar Setiadi, Pejabat Senior yang menaungi Sosial Security Departemen (SSD) PT.WKS. “Kan tidak mungkin kita biarkan HTI yang sudah panen ketika bersih mereka tanami” tegasnya lagi.

Menurutnya pihak perusahaan tidak berhenti sampai disitu tapi juga melaporkan sejumlah petani ke Polres Tebo.

Sementara itu petani terkait juga sudah menyampaikan persolan ini ke Walhi Jambi.  Walhi menilai pihak perusahaan menciderai hak-hak petani dan tidak menghormati proses yang sudah berjalan. 

Tapi hal itu dibantah Setiadi sebab menurutnya dalam penyelesaian konflik harus sama-sama menahan diri. 

'Artinya mereka tidak ekspan dan kita tidak mengganggu apa yang sudah ada disana." Jelasnya memaparkan.

Menurutnya bukan cuma kelompok Jais atau kelompok SPT yang sudah mereka laporkan tapi juga dari kelompok Maju Jaya, SLB dan  kelompok yang tidak punya kelompok.(w)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.