Aceh Harus Bangkit Jangan Gatungkan Diri Dari Medan

ACEH  |   Realitas sekarang, Aceh masih sangat ketergantungan secara ekonomi dengan Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Terutama pasokan sembako, bila harga di sana melambung tinggi, Aceh menjadi provinsi yang paling berdampak besar.

Kondisi ini sangat dirasakan setiap menjalang akhir tahun, perayaan pergantian tahun dan natal, serta hari - hari besar lainnya. Sembako di Aceh selalu melonjak tinggi.

Seorang pemasok telur ayam , Baktiar mengatakan," Kenaikan harga bahan pokok ini, diakibatkan pasar di Aceh masih sangat ketergantungan dengan Medan.

Hampir semua kebutuhan sembako di Aceh, dipasok dari Medan, sehingga bila di sana harga mahal (Medan), Aceh juga ikut melambung tinggi.

“Memang benar kita di Aceh tidak ada merayakan tahun baru dan natal, tetapi kita masih ketergantungan dengan Medan, di Medan harga naik, Aceh juga ikut naik,” kata Baktiar, Jum'at (7/12/2018).

Oleh karena itu, Baktiar meminta kepada pemerintah agar bisa mengendalikan lonjakan harga sembako tersebut. Selain itu, pemerintah diminta untuk memutuskan mata rantai ketergantungan dengan Medan, sehingga bila di Medan barang naik tidak berimbas ke Aceh.

“Karena itu Aceh sangat ketergantungan dengan Medan, bila Medan naik, maja sembako di Aceh secara otomatis ikut naik,”jelasnya.

Lanjutnya, jangankan sembako lainnya, tomat saja seharusnya bisa disediakan di Aceh juga masih tetap ketergantungan dari Medan.

Bila pasokan tomat dari Medan terhenti, maka Aceh bisa krisis tomat dan harga bisa melambung tinggi.

“Tomat saja kita masih harus didatangkan dari Medan.

Inilah yang harus diperhatikan, janganlah kita ketergantungan dari Medan,” tutupnya.

Koresponden: Muhammad