Sadion Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun
![]() |
| (Foto:Ilustrasi) |
The Jambi Times - Merangin - Sadion (45)
Warga Desa Gedang Kecamatan Jangkat Timur dibuat heboh, waktu ditemukan
korban tewas bersimbah darah, Minggu (13/3) pagi.
Tewasnya Sadion diperkirakan terjadi pada Sabtu (12/3). Hasil olah TKP oleh polisi, pembunuhan terhadap pria bertubuh tinggi besar ini diperkirakan terjadi sekira pukul 22.00.
Tewasnya pria yang dikenal sebagai pemberani ini baru diketahui paginya. Yakni setelah semalam sebelumnya berkali-kali dihubungi istrinya per telepon namun tak ada jawaban.
Awalnya, pada Sabtu malam sekira pukul 19.00, Sadion pamit kepada istrinya. Ia mengatakan akan pergi ke ladangnya tak sebenarnya berlokasi tak sampai satu kilometer dari desa.
Saat akan ke ladang, ia bahkan sempat mampir di rumah Yansah. Sadion sempat menonton warga yang sedang main domino di rumah Yansah.
Malam itu istrinya beberapa kali menelepon. Namun tak ada jawaban. Minggu pagi Sadion juga tak kembali ke rumah. Hal ini membuat keluarganya jadi khawatir.
Lalu kakak perempuannya, Koramah (47) pergi ke kadang Sadion. Saat itulah ia melihat adiknya sudah tewas dengan kondisi kepala dan mukanya penuh lumuran darah.
Koramah kemudian memberitahu warga lainnya. Warga langsung berdatangan ke TKP. Sebagian lainnya memberitahu Polsek Jangkat.
"Pasti korban pembunuhan. Kepalonyo luko parah nian. Darah penuh di kepalo, muko, dan ssbagian badan," ujar seorang warga Desa Gedang yang minta namanya tak ditulis.
Warga lainnya mengatakan tak dapat memprediksi siapa pelaku pembunuhan. Pasalnya Sadion diketahui cukup sering bermasalah dengan warga lainnya.
"Dak tau siapo. Dengan orang kito dusun dio jugo sering bermasalah. Terutamo karno dio jual lahan ke orang selatan. Ataukah pelakunyo orang lain, kito dak tau," ujar warga lainnya.
Sementara itu Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga SIK, mengatakan ia langsung menerjunkan beberapa penyidik ke TKP. Satuan Reskrim Polres Merangin bekerjasama dengan Polsek Jangkat.
"Olah TKP langsung kita lakukan. Kami harap warga jangan main hakim sendiri. Kalau ada yang dicurigai sebagai pelaku atau ada informasi, sampaiman sama kami," ujar Munggaran, Minggu sore.
Ia katakan, latar belakang Sadion jugo akan jadi penyelidikan polisi. Karena segala hal menyangkut dirinya mungkin saja jadi petunjuk siapa pembunuhnya.
"Oya, kita kumpulkan semua petunjuk. Makanya kita butuh banyak informasi dari masyarakat," ujarnya lagi.
Sementara itu, polisi langsung bergerak memeriksa beberapa saksi. Diantaranya adalah Abt (34), Yansah (38), serta Jarjani (46) yang merupakan tokoh masyarakat Desa Gedang.
Polisi menduga pembunuhan terhadap Sadion tidak dilakukan oleh pelaku tunggal. Paling tidak pelakunya menurut polisi adalah dua orang.
Untuk barang bukti, ada satu lembar uang kertas bernominal Rp 10 ribu. Lalu puntung rokok lintingan. Kedua jenis barang bukti diduga milik pelaku pembunuhan.
"Ada beberapa barang bukti sementara ini. Mudah-mudahan itu bisa jadi petunjuk bagi kita," tambah Munggaran.(Lik)
Tewasnya Sadion diperkirakan terjadi pada Sabtu (12/3). Hasil olah TKP oleh polisi, pembunuhan terhadap pria bertubuh tinggi besar ini diperkirakan terjadi sekira pukul 22.00.
Tewasnya pria yang dikenal sebagai pemberani ini baru diketahui paginya. Yakni setelah semalam sebelumnya berkali-kali dihubungi istrinya per telepon namun tak ada jawaban.
Awalnya, pada Sabtu malam sekira pukul 19.00, Sadion pamit kepada istrinya. Ia mengatakan akan pergi ke ladangnya tak sebenarnya berlokasi tak sampai satu kilometer dari desa.
Saat akan ke ladang, ia bahkan sempat mampir di rumah Yansah. Sadion sempat menonton warga yang sedang main domino di rumah Yansah.
Malam itu istrinya beberapa kali menelepon. Namun tak ada jawaban. Minggu pagi Sadion juga tak kembali ke rumah. Hal ini membuat keluarganya jadi khawatir.
Lalu kakak perempuannya, Koramah (47) pergi ke kadang Sadion. Saat itulah ia melihat adiknya sudah tewas dengan kondisi kepala dan mukanya penuh lumuran darah.
Koramah kemudian memberitahu warga lainnya. Warga langsung berdatangan ke TKP. Sebagian lainnya memberitahu Polsek Jangkat.
"Pasti korban pembunuhan. Kepalonyo luko parah nian. Darah penuh di kepalo, muko, dan ssbagian badan," ujar seorang warga Desa Gedang yang minta namanya tak ditulis.
Warga lainnya mengatakan tak dapat memprediksi siapa pelaku pembunuhan. Pasalnya Sadion diketahui cukup sering bermasalah dengan warga lainnya.
"Dak tau siapo. Dengan orang kito dusun dio jugo sering bermasalah. Terutamo karno dio jual lahan ke orang selatan. Ataukah pelakunyo orang lain, kito dak tau," ujar warga lainnya.
Sementara itu Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga SIK, mengatakan ia langsung menerjunkan beberapa penyidik ke TKP. Satuan Reskrim Polres Merangin bekerjasama dengan Polsek Jangkat.
"Olah TKP langsung kita lakukan. Kami harap warga jangan main hakim sendiri. Kalau ada yang dicurigai sebagai pelaku atau ada informasi, sampaiman sama kami," ujar Munggaran, Minggu sore.
Ia katakan, latar belakang Sadion jugo akan jadi penyelidikan polisi. Karena segala hal menyangkut dirinya mungkin saja jadi petunjuk siapa pembunuhnya.
"Oya, kita kumpulkan semua petunjuk. Makanya kita butuh banyak informasi dari masyarakat," ujarnya lagi.
Sementara itu, polisi langsung bergerak memeriksa beberapa saksi. Diantaranya adalah Abt (34), Yansah (38), serta Jarjani (46) yang merupakan tokoh masyarakat Desa Gedang.
Polisi menduga pembunuhan terhadap Sadion tidak dilakukan oleh pelaku tunggal. Paling tidak pelakunya menurut polisi adalah dua orang.
Untuk barang bukti, ada satu lembar uang kertas bernominal Rp 10 ribu. Lalu puntung rokok lintingan. Kedua jenis barang bukti diduga milik pelaku pembunuhan.
"Ada beberapa barang bukti sementara ini. Mudah-mudahan itu bisa jadi petunjuk bagi kita," tambah Munggaran.(Lik)
