Polisi Masih Selidiki Kasus Sadion
![]() |
| (Foto:Ilustrasi) |
The Jambi Times - Merangin - Jajaran polres merangin masih mengumpulkan data motif cara Sadion
(45) Warga Desa Gedang Kecamatan Jangkat Timur ditemukan tewas
bersimbah darah, Minggu (13/3) pagi.
Hal itu dibenarkan Kapolres merangin Munggaran saat dikonfirmasi sejumlah awak media, menanyakan kasus tersebut.
Kapolres belum berani jauh menjelaskan kematian Sadion warga desa Gedang tersebut.
Tapi Munggaran masih menunggu hasil penyidikan data terlebih dahulu tentang kematian Sadion itu.
"Polsek Jangkat dan Masurai kita sudah perintahkan untuk cepat bergerak dalam membongkas kasus ini. Kita juga kirimkan anggota polres merangin mengumpulkan data sebanyak bayaknya, " ungkap AKBP Munggaran kemarin (14/3).
Lanjutnya, untuk berapa barang bukti saat ini masih ditelisiri oleh anggota. Karena sempat juga hilang akibat hujan melanjat lokasi tersebut.
"Barang bukti lagi kita ditelisir, anggota pun sulit untuk masuk ke dalam hutan, karena jalan tersebut dilanda hujan, " jelasnya.
Saat ditanya tewas krnologis tewasnya dio. Saat ini pihak polres belum berani menjawab secara detil. Pasalnya, polisi masih mengumpulkan data data dan informasi ke tengah masyarakat setempat.
"Kita masih minta keterangan dari saksi, keluarga, dan warga setempat korban sudah kita visum, " tuturnya.
Berita pernah ditulis awak media, Tewasnya Sadion diperkirakan terjadi pada Sabtu (12/3). Hasil olah TKP oleh polisi, pembunuhan terhadap pria bertubuh tinggi besar ini diperkirakan terjadi sekira pukul 22.00.
Tewasnya pria yang dikenal sebagai pemberani ini baru diketahui paginya. Yakni setelah semalam sebelumnya berkali-kali dihubungi istrinya per telepon namun tak ada jawaban.
Awalnya, pada Sabtu malam sekira pukul 19.00, Sadion pamit kepada istrinya. Ia mengatakan akan pergi ke ladangnya tak sebenarnya berlokasi tak sampai satu kilometer dari desa.
Saat akan ke ladang, ia bahkan sempat mampir di rumah Yansah. Sadion sempat menonton warga yang sedang main domino di rumah Yansah.
Malam itu istrinya beberapa kali menelepon. Namun tak ada jawaban. Minggu pagi Sadion juga tak kembali ke rumah. Hal ini membuat keluarganya jadi khawatir.
Lalu kakak perempuannya, Koramah (47) pergi ke kadang Sadion. Saat itulah ia melihat adiknya sudah tewas dengan kondisi kepala dan mukanya penuh lumuran darah.
Koramah kemudian memberitahu warga lainnya. Warga langsung berdatangan ke TKP. Sebagian lainnya memberitahu Polsek Jangkat.
"Pasti korban pembunuhan. Kepalonyo luko parah nian. Darah penuh di kepalo, muko, dan ssbagian badan," ujar seorang warga Desa Gedang yang minta namanya tak ditulis.
Warga lainnya mengatakan tak dapat memprediksi siapa pelaku pembunuhan. Pasalnya Sadion diketahui cukup sering bermasalah dengan warga lainnya.
"Dak tau siapo. Dengan orang kito dusun dio jugo sering bermasalah. Terutamo karno dio jual lahan ke orang selatan. Ataukah pelakunyo orang lain, kito dak tau," ujar warga lainnya.(Lik)
Hal itu dibenarkan Kapolres merangin Munggaran saat dikonfirmasi sejumlah awak media, menanyakan kasus tersebut.
Kapolres belum berani jauh menjelaskan kematian Sadion warga desa Gedang tersebut.
Tapi Munggaran masih menunggu hasil penyidikan data terlebih dahulu tentang kematian Sadion itu.
"Polsek Jangkat dan Masurai kita sudah perintahkan untuk cepat bergerak dalam membongkas kasus ini. Kita juga kirimkan anggota polres merangin mengumpulkan data sebanyak bayaknya, " ungkap AKBP Munggaran kemarin (14/3).
Lanjutnya, untuk berapa barang bukti saat ini masih ditelisiri oleh anggota. Karena sempat juga hilang akibat hujan melanjat lokasi tersebut.
"Barang bukti lagi kita ditelisir, anggota pun sulit untuk masuk ke dalam hutan, karena jalan tersebut dilanda hujan, " jelasnya.
Saat ditanya tewas krnologis tewasnya dio. Saat ini pihak polres belum berani menjawab secara detil. Pasalnya, polisi masih mengumpulkan data data dan informasi ke tengah masyarakat setempat.
"Kita masih minta keterangan dari saksi, keluarga, dan warga setempat korban sudah kita visum, " tuturnya.
Berita pernah ditulis awak media, Tewasnya Sadion diperkirakan terjadi pada Sabtu (12/3). Hasil olah TKP oleh polisi, pembunuhan terhadap pria bertubuh tinggi besar ini diperkirakan terjadi sekira pukul 22.00.
Tewasnya pria yang dikenal sebagai pemberani ini baru diketahui paginya. Yakni setelah semalam sebelumnya berkali-kali dihubungi istrinya per telepon namun tak ada jawaban.
Awalnya, pada Sabtu malam sekira pukul 19.00, Sadion pamit kepada istrinya. Ia mengatakan akan pergi ke ladangnya tak sebenarnya berlokasi tak sampai satu kilometer dari desa.
Saat akan ke ladang, ia bahkan sempat mampir di rumah Yansah. Sadion sempat menonton warga yang sedang main domino di rumah Yansah.
Malam itu istrinya beberapa kali menelepon. Namun tak ada jawaban. Minggu pagi Sadion juga tak kembali ke rumah. Hal ini membuat keluarganya jadi khawatir.
Lalu kakak perempuannya, Koramah (47) pergi ke kadang Sadion. Saat itulah ia melihat adiknya sudah tewas dengan kondisi kepala dan mukanya penuh lumuran darah.
Koramah kemudian memberitahu warga lainnya. Warga langsung berdatangan ke TKP. Sebagian lainnya memberitahu Polsek Jangkat.
"Pasti korban pembunuhan. Kepalonyo luko parah nian. Darah penuh di kepalo, muko, dan ssbagian badan," ujar seorang warga Desa Gedang yang minta namanya tak ditulis.
Warga lainnya mengatakan tak dapat memprediksi siapa pelaku pembunuhan. Pasalnya Sadion diketahui cukup sering bermasalah dengan warga lainnya.
"Dak tau siapo. Dengan orang kito dusun dio jugo sering bermasalah. Terutamo karno dio jual lahan ke orang selatan. Ataukah pelakunyo orang lain, kito dak tau," ujar warga lainnya.(Lik)
