Ledakan Penduduk Ancaman Paling Ditakuti Pemerintah
The Jambi Times - Jambi - Ledakan jumlah penduduk merupakan salah satu ancaman yang ditakuti pemerintah. Karena jika pertumbuhan penduduk tak terkontrol akibat banyaknya jumlah kelahiran dibanding kematian, maka pemerintah
akan sulit untuk melakukan pengendalian.
Demikian dikatakan Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN RI, dr Abidinsyah Siregar pada Pencanangan Kampung KB oleh Gunerur Jambi Zumi Zola Zulkifli di Kelurahan Penyengat Rendah,
Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (25/02).
Dikatakan Siregar, Presiden Joko Widodo merasa kuatir dengan terjadinya ledakan penduduk secara Nasional. Karena itu guna menekan angka kelahiran Presiden mengongsep pemikiran untuk mendirikan Kampung
KB. "Ini demi masa depan bangsa, guna mempermudah pengendalian", ujarnya.
Program KB yang sangat efektif di era kepemimpinan Presiden Soeharto akan digalakan kembali. Ini bukan untuk mencegah kelahiran, tapi membatasi jumlah penduduk. Adapun caranya dengan menggunakan peralatan
KB dan alat kontrasepsi yang telah disediakan pemerintah.
Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli dalam sambutannya mengatakan sejauh ini pertumbuhan penduduk di Provinsi Jambi masih terkendali. Dan dirinya sangat mendukung program KB yang hanya cukup dua anak saja dalam satu keluarga.
Dukungan itu juga disampaikan Walikota Jambi H. SYarief Fasha ketika menyampaikan sambutannya. "Jadi ibu, bapak kalau kiranya memakai alat KB, Pil atau Kondom, jangan sampai salah pakai", ujar walikota bercanda. (rizal ependi)
akan sulit untuk melakukan pengendalian.
Demikian dikatakan Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN RI, dr Abidinsyah Siregar pada Pencanangan Kampung KB oleh Gunerur Jambi Zumi Zola Zulkifli di Kelurahan Penyengat Rendah,
Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (25/02).
Dikatakan Siregar, Presiden Joko Widodo merasa kuatir dengan terjadinya ledakan penduduk secara Nasional. Karena itu guna menekan angka kelahiran Presiden mengongsep pemikiran untuk mendirikan Kampung
KB. "Ini demi masa depan bangsa, guna mempermudah pengendalian", ujarnya.
Program KB yang sangat efektif di era kepemimpinan Presiden Soeharto akan digalakan kembali. Ini bukan untuk mencegah kelahiran, tapi membatasi jumlah penduduk. Adapun caranya dengan menggunakan peralatan
KB dan alat kontrasepsi yang telah disediakan pemerintah.
Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli dalam sambutannya mengatakan sejauh ini pertumbuhan penduduk di Provinsi Jambi masih terkendali. Dan dirinya sangat mendukung program KB yang hanya cukup dua anak saja dalam satu keluarga.
Dukungan itu juga disampaikan Walikota Jambi H. SYarief Fasha ketika menyampaikan sambutannya. "Jadi ibu, bapak kalau kiranya memakai alat KB, Pil atau Kondom, jangan sampai salah pakai", ujar walikota bercanda. (rizal ependi)
