Bermasalah NIP 16 K2,Bupati Jamin
The Jambi Times - Bangko - Nomor Induk Pegawai (NIP) 16 honorer kategori dua (K2) Kabupaten Merangin yang diduga bermasalah, sampai saat ini belum juga dikeluarkan oleh pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sementara 222 lainnya saat ini telah resmi berstatus sebagai CPNS.
Informasi yang didapatkan, pihak BKN masih menolak untuk mengeluarkan NIP sejumlah honorer tersebut, lantaran bukti dugaan manipulasi data yang dilakukan oleh honorer terkait menguat.
Belum dikeluarkannya NIP 16 honorer ini dibenarkan langsung kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Merangin, Haswar dikonfirmasi Merangin Ekspres di ruang kerjanya, kemarin.
‘’Memang benar sampai saat ini belum dikeluarkan oleh pihak BKN, itu juga sudah kita susul ke Palembang,” ungkap Haswar.
Dikatakan Haswar, hasil pertemuan BKD ke Palembang baru baru ini, pihak BKN mengungkapkan beberapa bukti kelengkapan data dari honorer tersebut yang bermasalah.
Diantaranya, terbukti seperti tiga honorer diantaranya SK honorernya tidak diakui BKN lantaran sebagian SK yang dipakai terputus, karena merupakan tenaga honorer pindahan dari luar provinsi.
‘’Ada tiga orang memang dia honorer tapi SK nya terputus karena pindahan dari luar Propinsi, sehingga sebagian SK nya bukan di Merangin, memang benar di honor sejak 2005, tapi di provinisi lain, sementara pindah ke Merangin masih baru,” ujarnya.
‘’Dengan demikian SK Honornya otomatis terputus,” tambahnya.
Selain itu Haswar juga mengatakan, ada juga bebarap persoalan lainnya yang menyebabkan mandeknya NIP 16 honorer K2 yang telah dinyatakan lulus tersebut, misalnya sebagian lainnya menurut BKN honorernya tidak diakui, lantaran tempat bekerjanya saat menjadi honorer bukan dalam instansi Pemerintah daerah melainkan swasta.
‘’Ada yang honorer tapi bukan di sekolah milik pemerintah daerah tapi swasta. Jadi tidak diakui pihak BKN. Begitu juga dengan honorer yang lain terbukti datanya tidak valid,” jelasnya.
Meski demikian tambah Haswar, Pemerintah daerah akan tetap mengupayakan bagaimana NIP sejumlah honorer tersebut tetap dikeluarkan BKN.
‘’Bupati akan mengupayakan bagaimana yang 16 ini NIPnya dikeluarkan BKN,” sebutnya.
Sementara itu Bupati Merangin, Al Haris ditanya terkait hal tersebut membenarkan jika Pemkab akan mengupayakan NIP sejumlah honorer tersebut. Bahkan ditegaskannya, dia sendiri yang akan datang ke Palembang, untuk menjamin jika 16 honorer tersebut tidak bermasalah.
‘’Saya akan datang langsung ke BKN Palembang untuk membuat pernyataan jika honorer ini tidak bermasalah. Kita jamin jadi NIPnya bisa keluar,” akui Al Haris.
Seperti diketahui, tecatat sebantak 238 honorer K2 yang dinyatakan lulus setelah mengikuti tes 2014 lalu. Namun 16 honorer tersebut diduga berbuat curang sehingga pihak BKN menolak mengeluarkan NIPnya sampai saat ini. (lik)
