PU Sarolangun Diminta Perhatikan Standar Kualitas
The Jambi Times - Sarolangun - Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun. Sardini kepada The Jambi Times beberapa waktu lau (06/02/2014)di ruang kerjanya mengatakan,”Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sarolangun, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperhatikan standart kualitas proyek.
Hal tersebut disampaikannya soal menanggapi adanya proyek jalan yang baru dikerjakan namun kembali rusak, seperti yang terjadi di jalan Simpang Langgar Desa Bukit Peranginan Kecamatan Mandiangin.
‘’ Pemerintah Saroalangun harus memperhatikan standart kualitas proyek, kalau mau tahan lama dan tidak rusak dalam waktu yang singkat,’’jelas Sardini.
Saat ini kata Anggota Dewan, Pemerintah Sarolangun terutama Dinas PU tak punya standar kualitas.
Akibatnya kualitas proyek tidak bisa tahan lama,sedangkan yang di untungkan dalam maslaah ini adalah pihak kontraktor.
JIKA PU Kabupaten Sarolangun melakukan langkah serius untuk mengantisipasi rusaknya jalan yang baru di perbaiki, maka jalan baiknya adalah memilik standar kualitas.
Pemerintah Sarolangun,dalam masalah ini adalah tugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga saat ini tak ada standar kualitas yang mengatur.
Jadi apapun yang di bangun di kabupaten Sarolangun ini hasilnya tidak maksimal ,apalagi yang mengerjakan asal-asalan dan ingin untung besar.
Kelemahan yang dimilik PU dan PERA kata Sardini adalah tidak memiliki laboratorium untuk memeriksa apakah tanah, aspal dan beton yang digunakan dalam suatu proyek sudah memenuhi standar kualitas.
‘’Sudah waktunya PU dan Pera Kabupaten Sarolangun memiliki laboratorium,’’ jelasnya.
Jika sudah memiliki laboratorium maka proyek apa saja sudah bisa di uji coba,apakah layak atau tidak,misalnya seperti material bangunan yang digunakan, baik tanah, aspal atau beton maka layakah setelah mendapatkan hasil dari laboratorium,kalau belum layak atau tidak sesuai apa yang di harapkan maka jangan dibayar,’’ jelasnya.
Selama ini karena tidak diberlakukannya standar kualitas sedangkan setiap tahun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sarolangun hanya melakukan pembangunan yang itu-itu saja, dikarenakan usia bangunan tidak bertahan lama. ‘’Baru dibangun, rusak, kemudian di perbaiki, akhirnya penyerapan APBD Kabupaten Sarolangun hanya di peruntukan untuk ynag rusak itu terus,mau jadi apa negri ini,ungkapnya.
Masalah ini sudah terus menerus di sampaikan , baik kepada Bupati maupun Dinas PU soal perlunya laboratorium, namun hingga saat ini belum pernah ditanggapi.(yk)
