Dirjen Pajak: Tak Boleh Ada Warga yang Numpang Gratis
![]() |
| (Ilustrasi) |
"Negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang dan beberapa lainnya, bisa maju karena warga negaranya taat membayar pajak," kata Dirjen DJP Fuad Rahmany dalam sambutan pada acara Seminar Perpajakan di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (23/9/2013).
Menurut dia, Indonesia sebagai negara besar sudah seharusnya memiliki tenaga pajak yang mencukupi. Dia mencontohkan, dibandingkan dengan Jepang, Indonesia masih kekurangan pegawai pajak kurang lebih 60 ribuan tenaga.
Menurutnya, jumlah ini agar dapat menjangkau Wajib Pajak di daerah. "Sudah tidak boleh lagi ada warga negara yang numpang gratis di negeri ini. Orang harus sadar untuk membayar pajak," tutur dia.
Fuad mengatakan, dengan membayar pajak secara rutin dan taat, pembangunan akan berjalan lebih pesat karena penerimaan pajak yang menjadi pemasukan bagi negara bertambah. Untuk itu, dibutuhkan tenaga yang cukup dari segi jumlah dan kemampuannya. "Bangsa sebesar Indonesia tax Ratio-nya saya kira sudah baik kalau berada pada range 18-20 persen," kata Fuad.
Menurut dia, kalau semua wajib pajak di Indonesia taat membayar pajak, maka penerimaan pajak Indonesia bisa bertambah sekitar Rp1.000 triliun. "Itu kalau semua Wajib Pajak membayar. Hitungan kotornya begitu," terangnya.
Dia melanjutkan, saat ini jumlah wajib pajak orang pribadi yang belum membayar pajak masih mencapai 40 juta orang atau sekitar 70 persen dari jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi.Seperti yang di langsir okezone ()
