Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Warga Laporkan Oknum Kepala Desa Batulilok Terkait Dugaan Korupsi,ADD

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
 
The Jambi Times, ROTE NDAO  | Pejabat Desa yang sejatinya menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk memajukan desa melalui Pembangunan serta menyalurkan bantuan mensejatrahkan rakyat malah diduga melakukan tindakan dugaan korupsi di tingkat desa.

Informasi adanya tindakan korupsi di desa ini menguap kepermukaan berdasarkan kicauan dan laporan dari warga desa batulilok sendiri.

Warga Desa Batulilok yang selama ini diam kelihatanya sudah mulai muak melihat sikap dan tindakan semena – mena oknum Kepala Desa.

Informasi beredar di masyarakat Mulai dari kasus pekerjaan Bronjong penahanan Kali dengan pagu Dana 300 juta lebih Dan material berupa batu hutang di Merk UP harga nya tanpa musawara atau persetujuan masyarkata, dengan Membuat Surat palsu Dan kepala desa merekayasa tandatangan warga tahun anggaran 2018 Demi menghilangkan anggaran, Dan pekerjaan DUA buah sumur bor tahun Anggaran 2017 Dana berasal dari Desa (ADD) yang anggaranya diduga di Mark Up dengan sangat luar biasa.

Selanjutnya, kasus dugaan penggelapan bantuan pemerintah kabupaten berupa motor air ENAM unit yang raib tidak diketahui kemana bantuan itu. 

Begitu juga dengan dugaan bantuan pemerintah daerah rumah Layak Huni hanya di berikan kepada aparat Desa sendiri Dan Masyarakat yang selayaknya di terima adalah warga Desa Batulilok yang tak berdaya yang berhak menerima bantu rumah itu,  Bukan cuman itu saja tetapi juga pengadaan kawat Duri di Desa Batulilok.

Termasuk bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao , berupa satu unit musin

“Mesin itu dijual ke warga atas nama Ber Bola , ” ujar Rent Malelak, warga Desa Batulilok kepada wartawan hari ini.

Ren Malelak dan beberapa warga masyarakat juga mengungkapkan pengadaan Hendraktor tiga yunit di pake oleh Kepala Desa Batulilok sendiri , bahwa kasus penggelapan dan dugaan korupsi penggunaan ADD dan DD tersebut sudah dilaporkan kejaksaan negeri rote Ndao . Namun sayangnya, hingga kini laporan warga Desa Batulilok itu jalan di tempat dan seolah-olah tidak digubris oleh pihak kejaksaan rote ndao.

“Tiga orang yang kami laporkan, Kepala Desa Batulilok suwarto alias masto, Ketua TPK Tens Kornelis dan Sekreraris TPK Evi saudale . Laporan Kami dari bulan Desember tahun 2018 sampai dengan saat ini belum juga di panggil, namun tidak pernah diperiksa pihak kejaksaan negeri rote Ndao , ” Kata Ren.

“Inikan aneh namanya Laporan Kami tidak pernah proses dan menindak lanjuti laporan kami itu, ” kata Ren malelak dengan nada kesal.senin,02/08/2019.( Dance Henukh)
Loading...
loading...