Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Kasus Money Politik belum ditemukan Bukti

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


The Jambi Times, ROTE NDAO | Menjelang pemilihan legislative dan pilpres yang digelar serentak 17 April 2019, dinodai dengan aksi money politik,namun sayangnya setelah ditelusuri oleh Bawaslu tidak mengarah pada money politik.

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Rote Ndao, Tarsis Tomeluk, ditemui media ini,mengaku sudah melakukan pemangilan saksi dan diduga pelaku money politik  oleh Bawaslu, namun belum ada bukti yang mengarah pada masalah tindakan pidana,serta tindak pidana pemilu sehingga belum bisa ditindak kata Tarsis.

Sebelumnya diberitakan media ini Calon Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Welem Paulus, melaporkan Yusuf Mandala warga Lekik Desa Oelunggu bersama Stefanus Rada ke Bawaslu Kabupaten Rote Ndao dengan dugaan money Politik.

Menurut Welem, dirinya melaporkan Yusuf Mandala karena diduga terlibat money politik dengan bukti memberikan sejumlah uang senilai Rp400 ribu, kepada dua warga Desa Oelunggu Stefanus bersama istrinya untuk memilih calon Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, berinisial AK.

Namun, Yusuf Mandala membantah bahwa ia melakukan money politik. Bahkan, ia merasa dijebak oleh Welem dan untuk mengakui bahwa pemberian uang suap itu atas perintah Anwar Kiah, (Caleg PKB).

Anwar Kiah Caleg PKB nomor urut 1, ketika dikonfirmasi terkait dengan money politik yang diduga dilakukan oleh pendukungnya, dengan tegas ia menampiknya dan mengaku tidak pernah memberikan uang kepada siapapun dengan tujuan untuk mempengaruhi orang dalam Pileg.

Bahkan dengan tegas Ia mengancam akan melaporkan balik Welem Paulus dengan dugaan pencemaran nama baik.

“Ini adalah sebuah politik busuk yang merusak citra saya, apalagi hari ini adalah masa tenang, besok 17 April adalah Pileg dan Pilpres 2019, dengan menggiring opini seolah-olah saya money politik untuk menjegal saya,” tegas Anwar.

Ia mengaku setiap kali pergi sosoalisasi membawa specimen kertas suara, tidak pernah memberikan uang, yang dimaksud money politik.

“Oleh karena itu, saya mohon kepada pendukung agar tenang, saya akan melaporkan ke polisi karena pencemaran nama baik malam ini juga,” tegas Anwar. ( Dance Henukh )
Loading...
loading...