Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Debat Kedua Diprediksi Bakal Saling Serang

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


Jerry Massie, Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI)

The Jambi Times, JAKARTA | Debat perdana pada Januari lalu, kurang menarik dan greget. Kiranya pada duel diputaran kedua berlangsung sesuai ekspektasi. Publik debat kedua yang berkualitas.

Namun, dengan dihapusnya kisi-kisi soal maka debat kedua diprediksi akan seru.
Memang pangan akan menarik jika diungkit masalah impor 2 juta beras. Bagi saya Jokowi bisa unggul di sektor infrastruktur begitu pula di segmen SDA.

Jokowi saya prediksi akan menang di segmen infrastruktur.

Alasannya, sederhana yang mana petahanan mampu membangun 3.432 Km Jalan Nasional dan 941 Km Jalan Tol. Begitu pula pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi, pemerintah telah menguasai 51 persen saham Freeport.

Bagaimana dengan sang petahana menjabarkan akuisisi itu? Menurut hemat saya jika domain ini di sentuh maka keuntungan bagi Jokowi.

Paling tidak Prabowo akan mempertanyakan soal kemahalan jalan tol. Soalnya di Asia Tenggara bahkan Asia jalan tol Indonesia termasuk paling mahal rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp1.500/km.

Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp 778/km, Malaysia Rp492/km, Thailand dalam kisaran Rp 440/km, Vietnam dalam kisaran Rp1.200/km, dan Filipina Rp1.050/km.
Barangkali, masalah energi akan menarik juga tapi kalau pertanyaan kurang tajam maka debat ini akan sama persis dengan debat perdana. Untuk itu pertanyaan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan bangsa.

Bertanya jangan gunakan feeling question tapi rational question. Terus panelis juga harus ada sesi mengajukan pertanyaan jangan seperti debat pertama panelis hanya sebatas pajangan.

Saya sarankan agar dibahas terkait lahan pertanian yang kian sempit yakni tersisa 7,1 juta hektar. Government policy (kebijakan pemerintah) nantinya bagaimana biar kita tetap survive beras.
Padahal lahan pertanian kita cukup luas. Lahan sawah Indonesia saja pada 2016 mencapai 8,19 juta hektar terdiri 4,78 juta ha merupakan sawah irigasi dan 3,4 juta ha non irigasi.

Pada 2012 saja 9,8 juta hektar. Seharusnya industri jangan menggangu lahan pertanian.
Untuk menjadi negara industri, mungkin saja kita belum mampu seperti Jepang, AS, Jerman Korea dan lainnya. Untuk itu sektor pertanian perlu diperkuat.

Publik menanti strategi capres untuk membawa Indonesia menjadi swasembada pangan seperti tahun 1984 silam.

Nah! debat ini solusi untuk menjawab strategi dua capres seperti apa?   
          
Debat itu identik dengan adu konsep, adu argumen, adu ide, adu gagasan, adu intelektual bukan adu puisi atau adu domba. Sisi rationalitas yang dikedepankan bukan sisi emosi.
  

Loading...
loading...