Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Ketua DPD PAN Aceh Utara Hasanusi: Zulkifli Hasan Buka Kuliah Umum Empat Pilar Kebangsaan di Dayah Malikussaleh

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


ACEH : Acara kunjungan serta kuliah umum , Ketua MPR-RI  Zulkifli Hasan Rabu (19/12/2018) ke Yayasan Dayah Malikussaleh  Ma'hadAli  dijalan Medan Banda Desa Rawang Itek Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara.

Dalam rangka diskusi wawasan kebangsaan di Ma'hadAli Malikussaleh Pantonlabu Aceh Utara.

Informasi yang di himpun The Jambi Times pada 20 Desember 2018  dalam acara tersebut di hadiri peserta 1000 orang di antaranya adalah:

Ketua MPR  Zulkifli  Hasan dari Fraksi PAN,  Ketua DPD PAN Aceh Utara Hasanusi, Wakil DPRK Aceh Utara  Muliyadi, CH. Ketua Yayasan Dayah  Malikussaleh Zainabon, Pengurus Yayasan Dayah Malikussaleh Tgk H. Baiqi Yahya CS (Baba), para guru gaji Yayan Malikussaleh, para yayasan Dayah Malikussaleh Ma'hadAli, para santri, Kepala Desa Rawang Itek Abdul Baka, para tokoh masyarakat.

Hasanusi  yang juga alumni Dayah Malikussaleh serta  Ketua DPD PAN Aceh Utara Kepada  The Jambi Times menyampaikan sebuah kehormatan dan kemulian bisa Meupeujame ( menjamu langsung ) Ketua MPR-RI  Zulkifli Hasan ke Dayah  Malikussaleh yang menjadi sejarah penting bagi Dayah yang telah membesarkan nama saya hingga ke kursi parlemen, cara pembukaan acara langsung Tgk Abdul Karim, dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquaran oleh Tgk Rizki Miftahillah,Shalawat oleh grup Nasyid Al Asyraf, sambutan pengurus Yayasan Dayah Malikussaleh  Tgk Baihaqi Yahya CS (Baba) pada intinya.

Ucapan  selamat datang kepada Ketua MPR-RI serta seluruh tamu undangan hadir dalam silahturrahmi  ke Dayah Malikussaleh dengan doa-doa yang dilantungkan dan ini adalah amanah dari Allah hingga bisa sampai Ketempat  hingga 2 (dua) jam di Yayasan Dayah Malikussaleh ini.

Baba juga menyampaikan sejarah sepintas  perlu saya beritaukan kepada bapak sudah 70 tahun Indonesia sudah merdeka kenapa tidak ada hukum bagi undang tetang Dayah apa salahnya kita menberikan undang-undang untuk Dayah.

Pondok pasantren ini saya beritahukan kepada bapak bahwa 2018 sudah mendapat ijin tetang  Ma'hadAli dan yang belum ada bangunannya kami sangat mengharapkan bantuan dari Ketua MPR-RI memberikan diskusi yang baik tetang sarjana  Ma'hadAli dan dalam silahturrahmi ini di Yayasan Dayah Malikussaleh dengan doa terhidar  dari segala fitnah.

Sementara itu sambutan Ketua MPR  Zulkifli  Hasan dari Fraksi PAN menyampaikan pada kuliah umum bahwa pondok pasantren ini paling top, dulu paling terkenal karna beliau adalah ulama karismatik Aceh setiap ganti presiden pasti mengunjungi Dayah.

Hal yang sangat luar biasa yang harus kita ingat selalu, komplik Aceh mampun konsep oleh almarhum ulama Abu Panton  sangat beruntung kuliah di pondok pesantren ini untuk mengunakan waktu yang sebaik-baiknya untuk belajar supaya nantinya menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

Zulkifli Hasan juga menyampaikan  belajarlah dengan rukun dan jangan minder dengan berada di dalam pondok pasantren karena yang paling baik adalah lulusan pasantren.

Nantiya yang mengawasi peradaban-peradaban dunia ini perlu waktu 10 tahun sampai 30 tahun dimana mereka-mereka yang mengusai pradaban-pradaban ini adalah mereka yang menguwasai wawasan yang luas dan intellektual di tahun politik ini beliau juga menyampaikan selalu mengajak pemilu damai.

Sementara itu pada acara penutupan acara  penyerahan bingkisan oleh Ketua MPR-RI  Zulkifli Hasan  kepada pimpinan Yayasan Dayah Malikussaleh Zainabon sejarah perjuangan Indonesia,  perjuangan Aceh menjadi kekuatan besar bagi bangsa dengan  semangat kepada para santriwan agar tetap semangat dalam belajar", pungkas Sanusi atau yang biasa disapa Keuchik Sanusi.

Koresponden: Muhammad

Loading...
loading...