Terpopuler

Back to Top
Loading...

Video

Malik Mahmud Sosok Pemangku Wali Nanggroe Aceh

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
ACEH |   Pemangku Wali Nanggroe menjadi hal yang menjadi garis perjuangan yang telah melahirkan sebuah kekuatan besar bagi Aceh.hal ini disamakan Fauzan ketua partai Aceh Kecamatan Kuala.

Perdamaian tidak semata dilihat untuk sisi yang berbeda menurut kita sendiri namun apa yang telah kita rasakan saat ini adalah dari proses  perubahan yang selalu harus dilewati dengan proses dan tahapan (family politic is crossing all problem - politik kekeluargaan akan melewati semua Masalah)
“Maka pengganti Hasan Tiro sebagai Wali Negara lebih utama sosok yang diberi amanah dalam perjuangan adalah harus pada siapa yang dilihat kelayakannya amanah atau wasiat oleh Wali Hasan Tiro sendiri.

Ketua Partai Aceh Kecamatan Kuala menambahkan kesadaran masyarakat Aceh untuk menjaga perdamaian Aceh itu menunjukan Aceh selangkah lebih maju menuju kemenangan yang hakiki.
Kelayakan Wali Nanggroe  sekarang adalah sebuah proses yang harus dilewati dalam dua decade untuk sebuah pencapaian yang nyata dimasa yang akan datang. 

“ Malik Mahmud adalah sosok  layak harus di pertahankan menjadi Wali Nanggroe,” karna tanpa ada wali Nanggroe Maka ini kehancuran Aceh di masa yang akan datang sesuai yang dikutip Pj. Presiden Unimus 2016.

" Bangsa yang kuat dan selalu ditakuti oleh lawan adalah bangsa yang selalu menjaga sejarah leluhur. Sejarah Wali Nanggroe di era damai berbeda dengan tapak sejarah Wali Negara di era perang.

Fauzan mengajak seluruh masyarakat Aceh  dengan kembali dikukuhkannya Tgk Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe periode 2018-2023 akan terus terjaga sebuah perdamaain yang hakiki dan menjadi tembok yang kokoh bagi Aceh untuk terus berdiri di atas kaki sendiri yang belandaskan MoU dan Qanun Aceh," pungkas Fauzan.

Koresponden: Muhammad
Loading...
loading...