Terpopuler

Back to Top

Video

Puluhan Mahasiswa Uji Materi Tentang UU Nomor 12

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

JAKARTA  | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia  kembali hadir ke Mahkamah Konstitusi untuk mengawal persidangan uji materi UU Nomor 12 tahun 2011 tentang peraturan perundang-undangan.

Uji materi tersebut dilakukan oleh mahasiswa, pemuda dan serikat buruh dengan Nomer perkara 82/PUU-XVI/2018, untuk menempatkan Pancasila menjadi hierarki tertinggi.

Presidium Tangerang Selatan Febriditya yang akrab disapa Adit mengatakan, kami kembali datang ke Mahkamah Konstitusi sebagai pemohon uji materi UU No 12 tahun 2011, kita sudah ikuti sesuai dengan prosedur yg ada dalam peradilan di Mahkamah Konstitusi, bahwa dalam uji materi yg kita ajukan di MK tidak dapat di terima, kami terima keputusan Mahkamah Konstitusi secara baik dan semoga keputusan yang telah di berikan oleh Mahkamah Konstitusi benar secara objektif dalam menanggapi permohonan kita selama sudah di lakukannya 3 kali sidang.

"Dan kami tetap akan menempuh serta komitmen menjadikan Pancasila sebagai Hierarki Tertinggi . Mungkin dengan upaya yg lain." Tambah Adit

Hal senada di sampaikan oleh Presidium mahasiswa Jakarta Selatan Surya Hakim Lubis yang akrab disapa Hogay ini mengatakan, pada Saat persidangan ke-3 tepat pada hari ini tanggal 26 November 2018 tidak dapat dihadiri oleh seluruh pemohon, dikarenakan beberapa pemohon terkendala untuk hadir.

"Persidangan ke-3 ini adalah persidangan putusan yang telah di tetapkan oleh  Mahkamah Konstitusi dalam Rapat Musyawarah Hakim (RPH), yang di sampaikan saat sidang pleno hari ini, yang memutuskan perkara 82/PUU-XVI/2108 tidak dapat diterima karena beberapa alasan yang disampaikan saat persidangan." tambah Hogay.

"Akan tetapi semangat untuk memastikan pancasila menjadi hierarki tertinggi sebagai sistem berbangsa dan bernegara tidak akan berhenti sampai disini saja, melainkan kita akan melanjutkan dengan mengkaji lebih dalam lagi, Karena keyakinan kita pancasila menjadi hierarki tertinggi adalah jawaban dari setiap permasalah dinegeri ini." Tutup Hogay.(**)