Terpopuler

Back to Top

Video

Oknum Polisi Lecehkan Advokad dan Wartawan

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
TANGGERANG | Oknum polisi Polsek Curug Tangerang yang bertugas sebagai penyidik unit  dua telah melecehkan dengan menantang profesi pengacara dan wartawan. 

Bahkan Kepala tim penyidik Aritonang telah mengusir Kuasa hukum atas kliennya US.
Hal itu dikatakan sumber yang ditahan dengan tanpa status penahanannya sejak pukul 4 sore pada Kamis 14 November 2018 sampai pukul 01.30 dini hari, 16 November 2018.

Bermula kasus ini menjerat seorang pria (24) atas tuduhan perselingkuhan dengan seorang wanita yang sudah memiliki suami.

Pria tesebut inisial US dituduhkan melakukan perselingkuhan, namun sebelumnya seperti yang dikabarkan oleh wanita sebut inisial LS  yang berstatus masih memiliki suami itu bahwa hubungannya dengan US karena saling cinta dan sayang, bahkan ia juga mengutarakan suaminya (sebut inisial suaminya AD) dalam mencari nafkah dengan cara cara memeras orang lain, dan seorang pecandu narkoba.

US yang polos dan tidak mengerti permainan segitiga ini merasa terjebak dalam kondisi yang sulit, hingga akhirnya US dijemput dirumahnya oleh tiga orang yang tidak dikenal.

Belakangan, terbongkar bahwa tiga orang yang menjemput US kerumahnya itu pada sore hari, sekitar pukul 19.00 wib, hari Rabu (13/11/2018) adalah suaminya LS bersama kedua temannya.

"AD suami LS datang kerumah kami datang untuk menjemput US sambil memperlihatkan bukti laporan kepolisian yang dipegangnya, tetapi kami minta copi an surat itu tidak dikasih, alasannya sudah ditunggu pihak keluarga perempuan dan pelapor di Polsek Curug sekarang." jelas sumber yang identitasnya disembunyikan.

Hingga akhirnya, pihak keluarga US meminta tolong ke teman lainnya untuk mencari solusi untuk US. 

Maka teman yang cukup kedekatannya dengan salah satu polisi di Polsek Curug disarankan oleh polisi itu untuk dibawa US ke polsek dengan jaminan melalui kontak selullar yang didengar keluarga US dan kerabat US bahwa Polisi itu hanya minta keterangan US dan akan dikembalikan lagi.

Namun setelah diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi, US tidak dikembalikan pulang, dan disuruh menginap di kantor polisi dulu 1X24 jam, dengan alasan untuk memancing pelapor (AD) dan wanita (LS) agar datang ke polsek dan bisa diselesaikan dengan cara mediasi di Polsek Curug.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, Jum'at (1611/2018) pelapor (AD) dan keluarga perempuan (LS) hadir untuk jalani proses mediasi, namun tidak memecahkan solusi dikarenakan pelapor meminta ke US sebesar Rp150 juta. 

Kasus ini menjadi pertanyaan besar seperti adanya dugaan skenario jebakan pemerasan terhadap US.
Melalui Jalintar Simbolon, pengacara keluarga US dan kuasan hukum US menginginkan kasus ini menjadi terang benderang.

Ketua LBH Bara JP Jalintar Simbolon, mempertanyakan alasan kliennya ditahan penyidik Polsek Curug selama 33,5 jam terhitung sejak pukul 16.00 wib, 15 November 2018 sampai pukul 01.30 dini hari di tanggal 16 November 2018.

"Saya menanyakan ke para penyidik tentang status klien saya US, namun tidak ada satu jawaban yang di dapat dari Kepala tim unit 2 Ari Tonang maupun penyidik lainnya atas penahanan US yang sudah lebih dari satu hari di Polsek Curug Tangerang." beber Jalintar.

Perdebatan sengitpun terjadi antara Jalintar Simbolon dengan para penyidik Polsek Curug, hingga akhirnya US dibebaskan dengan sembunyi - sembunyi pada Sabtu, sekitar dini hari pukul 01.30 wib.

"Polisi tidak mampu menunjukkan status atas penahanan US klien saya, dan tidak jelasnya ketetapan waktu hukum (tempus delictus) atas penyerahan dan penahanan US, sehingga kepastian hukum yang ada di Polsek Curug menjadi amburadul." tegas Jalintar saat dimintai keterangannya dikantor Advokad, Minggu (18/11/2018).

Dikatakan Jalintar, penyidik tidak mampu menunjukkan sepucuk surat apapun atas status US (kliennya), bahkan Jalintar sebagai Kuasa Hukum US diusir dari ruangan oleh Kepala tim penyidik unit II Polsek Curug Tangerang.

"Saya sebagai kuasa hukum US telah diusir dari ruang penyidik oleh Kepala tim  Aritonang.
Ini merupakan pelecehan dan tindakan sewenang - wenangan serta pelanggaran kode etik polisi sebagai penegak hukum yang telah melakukan kuman penghinaan dan content of court terhadap institusi penegak hukum lainya dan advokat." kecam Jalintar.

Tentang hal pelecehan polisi terhadap dirinya, ia akan laporkan hal ini ke Kapolri, Propam Mabes Polri, Mahkamah Agung, Ombudsman dan organisasi advokat atas kejadian memalukan ini yang dilakukan oknum polisi. 

"Ini saya lakukan agar tidak terjadinya lagi hal - hal seperti ini dikemudian hari." ringkas Jalintar.
Selain itu, menurut sumber lainnya, ada oknum polisi Polsek Curug yang jabatannya sebagai penyidik kasus US mengatakan dirinya tidak takut dengan pengacara dan wartawan.

"Asal kamu tau yaa, berapapun pengacara dan ribuan wartawan kemari, kita gak takut. 

Ini maahh wartawan - wartawan dan pengacara yang datang kemari kecil "ucap oknum polisi itu dengan angkuhnya (tim)