Terpopuler

Back to Top

Video

Lion Air Tampaknya Perlu 'Istirahat'

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

Berulangkali permasalahan menerpa maskapai Lion Air. Dari berbagi permasalahan tersebut, secara hipotetis  bisa memperbesar kepercayaan publik,  bahwa maskapai ini belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat trasportasi udara. 

Untuk itu, menurut hemat saya,  sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini. Tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun  yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan.

Belum kering air mata keluarga para korban jatuhnya Lion Air pekan lalu yang diduga kuat menewaskan semua penumpang,  muncul kejadian baru pesawat yang lain dari maskapai ini menabrak tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini,  sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri "istirahat" mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. 

Masa rentang waktu "istirahat" itu,  direksi perusahaan Lion Air perlu sungguh-sungguh berkontemplasi  untuk menentukan satu pilihan dari tiga alternatif. Pertama, mungkin ini saatnya para direksi mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk 'istirahat" terbang selama rentang waktu yang belum ditentukan. Atau kedua,  kemungkinan mempertimbangkan mengganti direktur utama Lion yang mampu melakukan revolusi mental kepada segenap manajemen dan karyawan di maskapai ini, tanpa kecuali. Atau boleh jadi,  perlu juga dipertimbangkan agar Lion Air merger dengan Citilink. 

Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif
Lembaga EmrusCorner