Terpopuler

Back to Top

Video

Anjloknya Harga Pepaya Perlu Perhatian Pemerintah

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

ACEH |  Anjloknya harga pepaya di tingkat petani perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Utara karena dapat berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang mengandalkan usahanya dari kebun pepaya. 

Di pinggir jalan raya saja harga pepaya yang sudah dipanen hanya mampu dijual sebesar Rp1000/kilogram.

Abdul Salam petani pepaya warga Kecamatan Langkahan, kepada The Jambi Times, Minggu (25/11/2018) menyebutkan, idealnya harga pepaya tersebut sebesar Rp2000/kilo. 

Namun para tengkulak pepaya sampai menawar harga pepaya menjadi Rp600/kilo. “Ini memang memukul petani pepaya,” kata Salam menambahkan.

Anjloknya harga pepaya ditingkat petani tersebut, berakibat sebagian petani tidak lagi memanen buah pepayanya.

Karena tidak sebanding upah pekerja dengan hasil penjualan  pepaya. Upah panen per kilo sebesar Rp100. 

Sedangkan biaya pupuk dan racun hama yang digunakan untuk kebun pepaya terus naik.
Tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani. Kondisi ini memang memprihatinkan dan menyedihkan petani pepaya.

Menurut  Salam, kecamatan nya merupakan daerah yang banyak menghasilkan buah pepaya. Di Kecamatan Langkahan diperkirakan terdapat  300 hektar kebun pepaya. 

Namun, karena anjloknya harga pepaya ini, sebagian petani membiarkan kebunnya terlantar.
Ada juga petani yang sudah menanam, namun tidak dirawat karena kuatir harga jual tidak sebanding dengan biaya operasional kebun pepaya.

“Ke depan, perlu dikembangkan sebagai produk unggulan. Karena pepaya yang berada di kawasan Langkahan ini lebih baik dibanding  pepaya yang ditanam di kawasan pantai/pesisir,” kata ,"pungkas Salam.

Koresponden: Muhammad