Terpopuler

Back to Top

Video

Kibarkan Bendera, Kirab Satu Negeri GP Ansor Berlanjut di Pulau Berhala

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

JAMBI | Kirab Satu Negeri 2018 Zona Sabang yang berlangsung di Provinsi Jambi sudah memasuki kegiatan ketiga.

Hari pertama Senin (1/10/2018) diisi dengan kegiatan serah terima 17 petaka bendera merah putih dari Kepulauan Riau di Kantor PWNU Jambi, kemudian kegiatan kedua Selasa (2/10/2018) dilakukan seminar kebudayaan di UIN STS Jambi.

Kegiatan ketiga dilakukan Rabu-Kamis (3-4/10/2018), dengan pelaksanaan ziarah ke makam Raja Jambi, Datuk Paduko Berhalo di Pualu Berhala.

Selain ziarah, selama di Pulau Berhala rombongan Kirab Satu Negeri GP Ansor melakukan pengibaran 17 bendera merah putih  dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sengaja memilih Pulau Berhala sebagai lokasi Kirab Satu Negeri, menurut Ketua PW GP Ansor Provinsi Jambi, Juwanda pulau nan eksotik ini secara histori cukup penting bagi Jambi.

"Kita semua tahu di Pulau Berhala tempat Raja Jambi Datuk Paduko Berhalo dimakamkan, sehingga secara historis kita masyarakat Jambi tidak bisa lepas dari pulau ini, walau secara administratif kini milik Kepulauan Riau," kata Juwanda.

Karena itu dalam Kirab Satu Negeri di Jambi, Juwanda dan jajaran GP Ansor Jambi lebih mengedepankan tema kegiatan dengan unsur budaya, untuk kembali mengenal kekayaan yang dimiliki Jambi.

"Tentu kita ingin agar anak muda tidak pernah lupa akan adat dan budaya mereka," tutur pria kelahiran Lembah Masurai, Kabupaten Merangin ini. 

Setelah menyelesaikan kegiatan di Pulau Berhala, Kirab Satu Negeri GP Ansor di Provinsi Jambi akan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar di Ponpes Almuttaqin Ibru.

"Akan ada ribuan peserta baik dari Banser dan Ansor, keluarga besar Nahdlatul Ulama dan santri dalam tabligh akbar ini," pungkas Juwanda. (**)