Terpopuler

Back to Top

Video

Diduga Salah Obat, Pasien Wartawan Makin Parah

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
BANYUWANGI | Sungguh miris nasib yang di alami oleh Hartono warga Kelurahan Lateng, Setelah minum obat dari Puskesmas Singatrunan yang seharusnya membaik kesehatannya malah bertambah buruk.

Awalnya ia merasa gak enak badan, pusing, meriang dan sesak.Lantas kleuarga membawa ke puskesmas untuk memeriksakannya.

Susi selaku istri Hartono menceritakan "Pada awalnya cuma pusing mas, meriang dan juga sesak lantas di bawalah ke puskesmas untuk periksa, setelah pulang dari periksa dan membawa obat yang di beri dari puskesmas bukannya membaik kok malah bertambah parah"terangya.

"Panasnya tambah tinggi, wajahnya bentol bentol dan merasa kesakitan" Jelasnya dengan nada sedih dan raut wajah bingung.

Windri adik korban juga ikut menambahkan "Saya bawa kembali ke Puskesmas mas untuk mengetahui lebih lanjut terkait penyakitnya yang seharusnya pihak dokter memberi penjelasan, hanya mengatakan untuk membawanya ke rumah sakit," jelas Windri.

Saat media ini mengkonfirmasi kepada kepala puskesmas di kantornya Senin(22/10/2018) siang  terkait apa yang telah menimpa pada saudara Hartono, Kepala Puskesmas terkesan tertutup dan merasa tidak ada kesalahan.

"Saya belum bisa memberi penjelasan pasti silahkan di tanyakan dulu pada pak Idrus selaku keluarga pasien".

"Atau nanti bisa di tanyakan kepada dokter yang memeriksa secara langsung.dan silahkan di tunggu bila Berkenan", ungkapnya singkat.

Hingga berita ini di publikasikan, belum ada tanggapan pasti dari kepala puskesmas singatrunan maupun pihak dokter yang memeriksanya.

Dan keadaan saudara Hartono sendiri masih berada di RSUD Blambangan masih menjalani perawatan intensif dan pemeriksaan.

(Daff)