Terpopuler

Back to Top

Video

Diduga Ngandung Unsur Porno, Dikbud Tarik Buku

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

LOMBOK | ‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menarik dua judul  buku muatan lokal untuk SD|MI, SMP|Mts dari peredaran. Setelah mendapatkan protes dari berbagai kalangan,karena dalam buku muatan lokal itu diduga mengandung unsur porno dan kata-kata kasar. 
Diantaranya buku yang ditarik itu berjudul Jampi-jampi Batur Sasak dan Pantun Sasak dengan pengarangH.Sudirman, Bahri dan L.Ratmaja yang diterbitkan Pusakanda.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Muhir membenarkan kalau pihak Dikbud telah melakukan penarikan terhadap dua buah judul buku muatan lokal tersebut dari peredaran.

 Karena adanya protes dari berbagai kalangan terhadap isi dalam buku yang diduga ada unsur porno dan kata-kata kasar.

" Atas dasar itulah Dinas mengambil kebijakan untuk menarik langsung dari peredaran dua judul buku muatan lokal tersebut,dengan penarikan dilakukan kemarin (Sabtu,red) atas perintah Kepala Dinas," tegas Muhir.

Ia menjelaskan adanya unsur porno dalam sajak atau pantun muatan lokal tersebut, dalam kebudayaan persoalan,karena bahasa Sasak. Dengan itu merupakan kata tabu yang harus dijelaskan maksudnya.

" Tabu (Malik,red) yang tidak boleh disebutkan,melainkan harus dijelaskan agar dimengerti maksudnya, " ujar Muhir

Lebih lanjut Kabid Dikdas menambahkan dalam buku pantun kategori Undang-undang (UU) No 5 tentang pokok-pokok kemajuan kebudayaan daerah dan tradisi lisan orang sasak.

Maka teman-teman atau masyarakat kurang faham tentang khazanah budaya dan tradisi lisan orang sasak.Dimana guru harus menjelaskan alat kelamin perempuan merupakan kata-kata yang ditabukan tidak sembarangan disebut.

" Baru dua kecamatan buku muatan lokal itu telah ditarik yakni Kecamatan Sakra Barat  dan Labuhan Haji," tandasnya.

Begitu juga,tambahnya, kalau kedua judul buku itu tidak pernah diajukan untuk di verifikasi hanya terselip di percetakan.Karena dirinya masuk sebagai verifikator juga mencoret beberapa judul buku yang isinya tidak sesuai dengan konsep dan materi yang diajukan.

" Ada dua judul buku yang ditengarai mengandung unsur porno diantaranya jampi-jampi Sasak dan buku pantun Sasak yang persoalan adalah pantun jenakanya," jelasnya.

(Rizal)