Terpopuler

Back to Top

Video

Siapa Tiga Staf Ahli Menteri Bergabung ke Media Online Indonesia

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

JAKARTA  | Tiga staf ahli Kabinet Kerja Jokowi menyatakan siap bergabung dan  menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Media Online Indonesia.

Ketiganya,Indra Fahrizal, staf khusus Menteri Koordinator Politik, Keamanan dan Hukum (Menko Polhukam) Bidang  Hukum, Sri Yunanto, Staf khusus Menko Polhukam Bidang Anti Teroris, Henri Subiakto, Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan  Informasi (Kominfo).

"Ini merupakan kebanggaan bagi Media Online Indonesia (IMO )  karena para pengurusnya para pakar dengan gelar Doktor," jelas Rudi Sembiring  Ketua Dewan Pendiri Media Online Indonesia seusai melakukan audiensi ke Kominfo, Senin ( 24/09) sore.

Mantan aktivis buruh ini menceritakan audiensinnya bertemu dengan, Henri Subiakto sekitar pukul 09.09 WIB tadi.

"Beliau pakar dari UU ITE dan pemakarsa lahirnya ITE di dunia maya," jelas Rudi, didampingi, Edy Prabowo.

Saking apresiasinya, lanjut "halak" Batak Karo ini, Henri meminta anggota Media Online Indonesia tak hanya sebatas media online, juga media sosial dan e-commers.

"Masa depan itu ada di media online," tandas Rudi mengutip pandangan Henry.Dinas juga menjanjikan Media Online Indonesia menjadi konsituen Dewan Pers. 

"Kata prof Henri Media Online Indonesia sangat bagus mewadahi media online, sehingga perlu diperjuangkan masuk ke Dewan Pers," tambah Rudi, menyebut syarat Dewan Pers memiliki 15 DPW dan 200 perusahaan media online.

"Syarat itu Insya Allah terpenuhi," ujar Rudi saat audiensi dengan anggota Dewan Pers, Henry CH Bangun beberapa waktu lalu.

Sementara dengan dua staf khusus Menko Polhukam kerja sama akan dilakukan dalam penanggungan teroris lewat jurnalistik. 

"Jadi, bagi  Sri, Media online Indonesia, punya andil menanggulangi teroris, termasuk menjaga NKRI dan kebhinekaan," jelas Rudi.

Menyebut kerja sama ini akan dilakukan setelah Munas pertama di hotel Grand Cempaka 27-28 September  2018 ,Kamis lusa. Yang rencana dihadiri Menkominfo Rudiantara.

Rudi menyebut kerjasama ini akan berlangsung di setiap provinsi. "Kita ingin berbeda dengan terdahulu," jelas Rudi mengakhiri obrolan di Sekretariat Munas,  Thamrin City tower Jakarta Pusat. 
(Rel/Lian)