Terpopuler

Back to Top

Video

Lanjutan Sidang Dugaan Pencemaran Nama Baik, Tuntutan Tidak Siap Sidang ditunda Lagi        

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
THE JAMBI TIMES - PADANG - Lagi lagi sidang terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yg dituduhkan pada Ismail Novendra, Pemimpin umum dan penanggungjawab Koran Jejak News ditunda. 

Sidang ke 20 dilaksanakan pada Selasa (4/9) di Pengadilan Negeri Padang. 

Pada persidangan yang beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak bisa dilanjutkan. Hal ini disebabkan tidak siapnya rencana tuntutan yang akan dibacakan oleh JPU, Iqbal salah seorang JPU didepan majelis hakim yang diketuai Syukri mengakui bahwa tuntutan tidak bisa dibacakan dipersidangan karena belum siap. Majelis Hakim memberikan tenggang waktu hingga Kamis (13/9) depan dengan agenda yang sama yakni mendengarkan tuntutan JPU.  

Sebelumnya, dua saksi Ade Charge juga telah dihadirkan penasehat hukum terdakwa yakni Rustam Fachri selaku ahli pers Dewan Pers dan Suryadi Yanuar. 

Rustam Fachri yang memberikan keterangan pada Selasa (14/8) yang lalu selaku ahli pers mengatakan bahwa berita yang dimuat koran Jejak News yang menjadi pokok persoalan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah itu adalah merupakan produk jurnalis. 

Ahli pers juga mengatakan bahwa wartawan yang belum ikut Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tetap diakui sebagai wartawan selagi yang bersangkutan masih bekerja sesuai UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.  

Pada sidang Selasa (28/8) lalu juga dihadirkan Suryadi Yanuar sebagai saksi A de Charge. Dalms keterangannya, saksi mengatakan bahwa Kapolda Sumbar benar telah menelpon terdakwa pada 18 Agustus 2017.  Dalam pembicaraan itu, sekilas terdengar oleh saksi bahwa terdakwa mempertanyakan tentang hubungan kekeluargaan antara Afrizal Djunit dengan Kapolda Sumbar. 

Saksi juga mengatakan bahwa tidak ada terdengar nada keras dan perdebatan antara terdakwa dan Kapolda Sumbar.
                            
Dihadapkannya Ismail Novendra sebagai terdakwa di Pengadilan negeri Padang terkait pemberitaan di Koran Jejak News  pada Agustus 2017 lalu. 

Pemberitaan tersebut berbuntut dilaporkannya Ismail selaku Penanggungjawab dikoran Jejak News oleh Afrizal Djunit yang merupakan paman dari Irjen Pol Fakhrizal, Kapolda Sumbar pada 7 September 2017. 

Laporan dugaan pencemaran nama baik yang dibuat pada 7 September 2017 lalu di Polda Sumbar tersebut langsung direspon secara kilat oleh pihak Polda Sumbar dan menjadikan Ismail sebagai tersangka pada 8 September 2017.

Setelah penyidik Polda Sumbar menetapkan Ismail sebagai tersangka,  Dewan Pers langsung bereaksi dan mengeluarkan pendapat melalui suratnya. 

Dalam surat tertanggal 9 Oktober 2017 nomor 555/DP/K/X/2017 tersebut dinyatakan bahwa pemberitaan yang dilakukan Jejak News terkait PT.  Bone mitra Abadi  yang direktur operasionalnya adalah paman Kapolda Sumbar adalah sengketa pemberitaan pers. 

Oleh sebab itu penyelesaiannya harus melalui Dewan Pers. Selain itu,  Afrizal Djunit selaku yang dirugikan seharusnya membuat hak jawab terlebih dahulu. Dan bila masih kurang puas, bisa melaporkannya pada Dewan Pers...(**)