Terpopuler

Back to Top

Video

IMO: Hari itu juga Daftar ke Dewan Pers, Wina Armada Jadi Narasumber

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
JAKARTA  | Wina Armada wartawan senior sekaligus pakar hukum media massa, hampir dipastikan bakal menjadi pembicara dalam Musyawarah Nasional (Munas) pertama Media Online Indonesia (IMO) yang akan digelar 27 September di Gedung Dewan Pers.

"Insya Allah beliau akan hadir," jelas Sinano Esha, salah satu anggota Dewan Pendiri Media Online Indonesia dalam WA-nya kepada Panitia Pelaksana.

Menurut Sinano, di Munas tersebut Wina Armada akan memberikan pembekalan seputar masalah hukum pers yang saat ini marak menimpa beberapa insan pers.

"Kerennya soal kriminalisasi pers bukankah ini jadi trending topik," jelas Sinano, yang juga bersahabat kental Wina Armada.

Diharapkan pembekalan itu nantinya dapat memberikan pencerahan soal-soal aspek hukum dan media massa  atau pers, sehingga tidak terjadi lagi soal kriminalisasi pers, terutama bagi anggota Media Online Indonesia nanti.

"Itu harapannya kenapa kita mengundang Pak Wina," ungkap mantan Redaktur Koran Bisnis Indonesia ini.

Wina sendiri, selain tercatat sebagai pengurus di PWI Pusat, juga pernah mewakili beberapa media nasional, di antaranya Koran Prioritas, Majalah Forum Keadilan, Majalah Topik milik tokoh pers Indonesia, BM Diah.

"Sedang di era reformasi, beliau turut membidani Koran Merdeka," jelas bang Haji Nano, begitu sapaan akrabnya.

Dengan sederet "jam terbang" itu, Nano  berharap anggota Media Online Indonesia  (IMO ) dapat belajar dari Wina, sehingga dapat menghindari sandungan hukum Delik Pers.

Sementara itu, Ketua dewan pendiri, Rudi Sembiring Meliala menyambut antusias kehadiran Wina Armada memberikan pembekalan aspek hukum dan media massa.

"Itu adalah salah satu misi organisasi ini untuk memberikan pelatihan dan advokasi kepada seluruh anggota," ujar Rudi, seraya menyebutkan Munas akan dihadiri 30 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).                          

"Di Munas itu juga kita langsung mendaftar ke Dewan Pers," tambahnya.

Ia mengutip keterangan Henry CH Bangun yang menyebutkan syarat pendaftaran ke Dewan Pers minimal ada 15 cabang.

"Nah, dengan 30 daerah, kan sudah terperpenuhi," ujar Rudi yang juga mantan anggota DPRD Batam. (Rel/lian)