Terpopuler

Back to Top

Video

Hari Menara Suar 2018, Kemenhub: Menara Pintu Gerbang Pelayaran

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times


JAKARTA | Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali memperingati Hari Menara Suar yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 22 September. Adapun pada tahun ini, tema yang diangkat adalah Keandalan Menara Suar sebagai Pintu Gerbang Keselamatan Pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa Menara Suar merupakan salah satu Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang berperan penting dalam mendukung keselamatan pelayaran.

Menurut Dirjen Agus, peringatan Hari Menara Suar merupakan bentuk terima kasih atas keberadaan menara suar dan sumbangsih tenaga Penjaga Menara Suar dalam mengawal keselamatan pelayaran.
"Sebagai bentuk terima kasih terhadap peran Menara Suar dan Petugas Menara Suar tersebut, Pemerintah telah menetapkan Hari Menara Suar yang diperingati setiap tanggal 22 September bersamaan dengan perayaan Hari Menara Suar Internasional yang juga diikuti oleh beberapa Negara lainnya seperti Jepang, Australia, serta sejumlah Negara di Eropa dan Asia, termasuk salah satunya Indonesia," kata Dirjen Agus.

Adapun pada tahun 2018 merupakan tahun keempat Indonesia memperingati Hari Menara Suar. Menurut catatan sejarah, Menara Suar pertama di Indonesia dibangun oleh Pemerintah kolonial Hindia Belanda pada abad XIX untuk keperluan bernavigasi kapal-kapal Belanda yang banyak keluar masuk Indonesia pada masa itu.

Menara Suar Pulau Breueh (Pulau Beras) di Utara Pulau Weh Aceh merupakan landmark pertama bagi kapal yang memasuki Indonesia dari utara Selat Malaka. Selanjutnya, berdiri sejumlah Menara Suar lain di sepanjang jalur pelayaran Hindia Belanda.

Guna menjamin berfungsinya Menara Suar tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menugaskan para petugas Menara Suar yang terdiri dari Penjaga Menara Suar dan Teknisi Menara Suar yang dalam pelaksanaan tugasnya ditunjang oleh armada Kapal Negara Kenavigasian yang melayani kegiatan pemeliharaan SBNP serta gilir tugas dan pengiriman kebutuhan operasional dan logistik petugas hingga ke pulau-pulau terpencil dan terluar yang sulit dijangkau.

"Di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo, peranan Menara Suar untuk menunjang keselamatan kapal-kapal yang berlayar dari daerah terpencil dan terluar guna menghubungkan satu wilayah ke wilayah lain terus ditingkatkan keandalannya, yang tentunya mendukung Program Nawa Cita Pemerintah," ujar Dirjen Agus.

Lebih jauh Dirjen Agus mengatakan, Menara Suar sebagai SBNP merupakan salah satu komponen dalam penyelenggaraan kenavigasian untuk mendukung keamanan dan keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim termasuk sebagai salah satu alat untuk memperkuat batas wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui Peringatan Hari Menara Suar ini, diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat untuk mensosialisasikan keberadaan dan manfaat SBNP, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan instansi terkait, serta memberi apresiasi dan mendorong semangat Petugas Menara Suar,” ujar Dirjen Agus.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Direktur Kenavigasian, Sugeng Wibowo menjelaskan, saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memiliki 284 unit Menara Suar yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk di lokasi yang terpencil dan di daerah perbatasan dengan negara tetangga serta beberapa di antaranya memiliki nilai historis dan strategis di Indonesia.

”Keberadaan Menara Suar di Indonesia, saat ini dijaga oleh sekitar 491 Petugas Menara Suar yang terdiri dari teknisi Menara Suar dan operator Menara Suar yang bertugas jauh dari lingkungan sosial dan keluarga dalam kurun waktu yang lama. Mereka tidak kenal menyerah dan lelah menjaga cahaya Menara Suar agar tetap terang dan menerangi para pelaut, sehingga mereka layak dijuluki sebagai sosok ‘pahlawan di tengah lautan’,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, suka duka dalam bertugas pastilah dirasakan khususnya bagi para Penjaga Menara Suar yang ditugaskan jauh di pulau terpencil. Mereka harus rela tinggal berjauhan dari keluarga dan terkadang tidak bisa pulang ke rumah pada saat ada peristiwa penting, seperti hari raya maupun saat kelahiran anak.

Adapun Perayaan Hari Menara Suar Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh jajaran Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut ditandai dengan pelaksanaan Apel Upacara Peringatan Hari Menara Suar secara serempak di 25 Kantor Distrik Navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada tanggal 22 September 2018.

Ke depan, Pemerintah berharap agar Perayaan Hari Menara Suar setiap tahunnya tidak hanya dirayakan oleh jajaran Direktorat Kenavigasian saja, namun juga dapat dirayakan secara nasional oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya Menara Suar dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan maritim di seluruh wilayah perairan indonesia.

Sugeng berharap agar semboyan perhubungan yaitu Wahana Mahayu Warga Pertiwi yang berarti Perhubungan adalah wahana untuk mensejahterkan bangsa dan negara dapat diwujudkan.

"Selamat Hari Menara Suar Tahun 2018. Berikan yang terbaik untuk penegakan keselamatan pelayaran di Indonesia salah satunya dengan meningkatkan keandalan Menara Suar sebagai pintu gerbang keselamatan pelayaran," tutup Sugeng.(hms ditjen perhub)