Terpopuler

Back to Top

Video

Gara- gara Enggan Melayani Pembeli, Pria Asal Madura Ditangkap Polisi

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times

CENGKARENG  | Gara-gara hal sepele, pria asal Madura Jawa Timur F (24) harus berurusan dengan polisi. F (24) ditangkap Unit Reskrim Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat lantaran melakukan penganiayaan terhadap korban (Nurohman) pada Jumat (21/09) pagi tadi.

Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri  membenarkan kejadian itu. Menurutnya, pelaku ditangkap setelah melakukan penganiayaan terhadap korban hanya lantaran tidak mau melayani korban yang ingin membeli bensin eceran di toko milik pelaku yang berlokasi di Jalan  Kapuk Gg Masjid Almunawaroh RT03 Rw 011 Kapuk,  Cengkareng Jakarta Barat.

Saat kejadian, kata Khoiri,  korban mendatangi toko pelaku bermaksud untuk membeli bensin eceran, dengan alasan hujan, pelaku enggan  melayaninya. Tak selang berapa lama, terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban.

Pelaku yang sudah terbawa emosi langsung mengambil sebilah clurit dan disabetkan ke arah korban
"Atas kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian leher belakang  dan  di paha sebelah kiri," Ujar Kompol Khoiri, Jumat (21/09/18).

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius  menambahkan, pihaknya yang mendapati  laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan korban di RSUD Cengkareng.

Tak butuh waktu lama, Antonius dengan didampingi Panit Reskrim Iptu Rahmad Kurniantoro  bersama anggotanya langsung menangkap pelaku (F).

"Kita amankan pelaku tanpa perlawanan di Jalan Kapuk Raya,  pada saat pelaku akan melarikan diri ke kampung halamannya," Tambah Antonius.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal diancam dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan(**)