Terpopuler

Back to Top

Video

Dewan Pers Menunggu Munas IMO

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
JAKARTA | Ketua Dewan pendiri Ikatan Media Online Indonesia (IMO),Rudi Sembiring Meliala bertemu dengan Henry Ch Bangun, Wakil ketua bidang pengaduan masyarakat Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Rabu siang tadi,(12/09/2018) sekitar Pukul 12.99 WIB.

“Mejuah juah,” ujar Rudi berbahasa Batak Karo (salam sejahtera) saat Henry Ch Bangun keluar dari ruangan menemuinya.

Dalam pertemuan itu, Rudi yang didampingi 6 pendiri lainnya yakni Marlon Brando , Lian Lubis, Feri Rusdiono, Andi Nirmansyah, Syamsul dan Nuhroji, menjelaskan tentang keberadaan IMO Indonesia saat ini, menyusul adanya gugatan yang dilakukan oknum pengurus IMO Indonesia yang melakukan gugatan terhadap Dewan Pers.

“Jadi, DPP IMO Indonesia sedang dalam keadaan demisioner,” jelas Rudi kepada Henry yang terlihat serius mendengarkan uraian Rudi yang menyerahkan salinan keputusan rapat dewan pendiri tentang pendemisioneran DPP IMO Indonesia yang selama ini dipimpin saudara Yakub Ismail dan Nasir Umar.

“Kami (Dewan Pers) sifatnya pasif saja,” ujar Henry, mantan wartawan Kompas ini.
Menurut dia, semua aturan Dewan Pers sifatnya dari bawah ke atas sesuai dengan keinginan semua organisasi pers.

“Makanya Dewan Pers hanya sebagai inisiator mempertemukan organisasi pers untuk membuat suatu aturan. Kita hanya ketuk palu saja,” tuturnya.

Kepada Rudi, Henry meminta agar melengkapi dengan akta pendirian dan AD/ART. “Nanti, setelah kalian munas, daftarkan kemari. Minimal ada 15 cabang ya,” jelas Henry.

Rudi, yang mendengar langsung keterangan Henry menebar optimis.
Sebab, selama menukangi IMO Dewan Pendiri, tercatat ada 77 media online yang mendaftar, tersebar di 3O Provinsi.

“Di 2019 kita punya target 300 media, sekaligus terdaftar di Dewan Pers,” tutur Rudi menyebut program IMO mengedepankan pemberdayaan dan pelatihan bagi perusahaan pers dengan berbagai topik atau tema, antara lain pelatihan jurnalistik media online, analisis APBD Propinsi, Kota, Kabupaten untuk anti korupsi, anti teroris, narkoba melalui jurnalistik, penguatan masyarakat desa dan pesisir melalui jurnalistik.

“Semua program ini akan disinergikan dengan berbagai lembaga kementrian di pusat,” jelas Rudi, mantan aktivis ini mengakhiri. Sebelumnya Rudi Sembiring juga telah mendatangi kantor Menko Polhukam guna berdiskusi dan menyampaikan surat dewan pendiri tentang dinamika yang terjadi di tubuh IMO termasuk pendemesioneran kepengurusan IMO dibawah kepemimpinan Yakub Ismail. (Rel/Fer/id/aan)