Terpopuler

Back to Top

Video

Demo Petani, Ini 12 Tuntutan EK - LMND ke Pemerintah

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
TERNATE  | Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Ternate Maluku Utara, menggelar aksi didepan RRI Ternate, Polda Malut dan Kantor Wali Kota Ternate, jelang peringatan Hari Tani Nasional ke - 58 yang jatuh pada tanggal 24 September 2018.

Kordinator lapangan (Korlap) Fernando Bae dalam orasinya mengatakan, ," Kebijakan pemerintah semakin mencekik rakyat, nilai tukar rupiah yang tersungkur parah hingga menyentuh Rp14. 844 per USD.

"ini adalah pelemahan rupiah dalam tiga tahun terakhir. Dalam tahun ini saja rupiah sudah terdepreasi hingga 11 persen," terangnya.

Dijelaskannya, di banding peso Argentina yang terdepresiasi hingga 108 persen, pelemahan rupiah terbilang masih sangat kecil. Namun tidak berarti ekonomi kita tidak rentan terhadap marabahaya," jelasnya.

Lebih lanjut Fernando memaparkan, pelemahan rupiah datang disaat ekonomi nasional sedang didera penyakit yang lebih kronis, defisit transaksi berjalan.

Ditambah lagi ketergantungan Indonesia terhadap arus modal fortopolio untuk membiayai defisit transaksi berjalannya. paparnya. 

Lebih lanjut, Fernando menyentil konflik Agraria yang terjadi di Galela Kabupaten Halmahera Utara yang seharusnya direspon baik oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara ternyata hanya menjadi tuntutan yang hanya sekedar di dengar lalu tidak di bahas untuk proses penyelesaian .

Sehingga masyarakat setempat yang resah atas tanah adat yang seharusnya diberikan sertifikatnya sudah sembilan bulan hanya menjadi janji semata. 

Aksi damai dilakukan untuk pengadaan sertifikat untuk melindungi tanah mereka yang berkisar 2000 Hektar tidak direspon baik oleh Pemerintah Kabupaten,"

"masa aksi dijemput oleh aparat keamanan  didepan Kantor Bupati untuk menghadang massa aksi yang kurang lebih 600 orang.

Pihak keamanan yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat ternyata berbanding balik.
Berikut 12 tuntutan Massa Aksi kepada Pemerintah : 

1. Kembalikan tanah milik petani Galela   seluas 2000 Hektar
2. Usut tuntas kasus pelanggaran HAM yang di lakukan oleh oknum Kepolisian terhadap anggota serikat petani galela.
3. Naikkan harga komuditi petani
4. Turunkan kebutuhan dasar masyarakat
5. Stop impor beras
6. Stop perampasan tanah rakyat
7. Naikkan upah buruh
8. Tegakkan Trisakti
9. Terapkan pendidikan gratis
10. Tola investasi asing
11. Cabut peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 tentang tenaga kerja asing
12. Laksanakan pasal 33 UUD 1945. (Ary)