Terpopuler

Back to Top

Video

Kekecewaan Warga Dusun Moklain Oendule Selama ini Sudah Terjawab , Akhirnya Polisi Turun Ukur Pekerjaan Fisik di Desa Lida Manu.

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
THE JAMBI TIMES - ROTE NDAO , – Akhirnya do'a warga masyarakat Dusun Oendule dan Dusun Moklain berhasil menurunkan sejumlah pihak kepolisian dari jajaran Polres Polsek Rote Tengah dengan membawa alat ukur berupa meteran untuk mengukur pekerjaan fisik Desa Lida Manu di Dusun Oendule Moklain dan Dusun Batuleli yang di temani sejumlah warga masyarakat .

Dalam pengukuran fisik pekerjaan di Dusun Oendule dan Moklain dan Dusun Batuleli terdapat banyak kekurangan fisik material di pekerjaan fisik empat buah deker dan satu buah Croos Wall yang di mana pekerjaan semua ADD atau DD di tahun 2017 terdapat dan terlihat sama sekali tidak sesuai dengan RAB yang ada.

" Kata Kepala dusun Oendule,Jep Matau sesuai hasil temuan di lokasi pekerjaan .

Masih lanjut Kadus Jep Matau ", Di dusun Oendule Ketua TPK mengakui  salah dan ini di lanjutkan ke kantor desa untuk di minta pertanggung jawaban kekurangan fisik yang ada.

TPK salah atau tidak besok jelaskan sesuai arti gambar dan bahan meterial , karena di mana bahan material kurang baik , terdapat pekerjaan fisik di deker maupun Croos Way di Dusun Oendule
TPK tidak bisa menjelaskan apa-apa .

TPK pasrah saja karena pembayaran HOK juga kurang banyak, seperti bahan material kurang baik deker maupun Croos Way di Dusun Oendule.

Feki Seubelan adalah Ketua TPK mengaku kalau dirinya sudah salah, dirinya mengaku di hadapan pihak penegak hukum jajaran Polres Rote Ndao.

Yang turut hadir dalam pemeriksaan fisik pekerjaan di tiga dusun di Desa Lida Manu ,Kades Jaspro Paulus Muskananfola, Ketua TPK, Feky Seubelan dan jugs pihak kepolisian yg ada Kanit Intel Eli dan Arthus Klass.

Mempertanyakan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD)  dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017, di desa  Lida Manu kecamatan Rote Tengah,  kabupaten Rote Ndao.

Pasalnya,  DD  selama dua tahun diduga hanya dikerjakan sendiri oleh perangkat desa,  seperti sekdes dan ketua TPK.

Obet Killa, salah satu tokoh masyarakat mewakili  warga  Dusun Oendule Dusun Moklain meminta pihak Kejaksaan untuk mengungkap adanya dugaaan pinyimpangan anggaran dalam proyek di desa tersebut.

Obet Killa mempertanyakan anggaran tahun 2017,  karena banyak kegiatan fisik pada saat itu tidak jelas.

“Pekerjaan di Dusun Oendule,Desa Lida Manu, terdapat pekerjaan fisik empat buah Deker.
Yakni tiga deker di kerjakan di Dusun Oendule dan satu Deker di dusun Batuleli.

Selanjutnya, pekerjaan satu unit Croos Wall di dusun Oendule dengan pagu dana sebesar Rp21,863,450,” ujarnya usai menghadiri mediasi di kantor desa desa Lida Manu baru-baru ini.

Lanjut dia, pekerjaan jalan Sertu Dusun Moklai sepanjang 1310 meter dengan pagu anggaran Rp145,500, kemudian pekerjaan  pembangunan jalan rabat beton sepanjang lima puluh meter di Dusun Moklain,Desa Lida Manu dengan anggaran Rp 28.000.000.

Selain itu pembangunan pagar pertanian di Dusun Oendule dengan anggaran Rp99.999.500.
Obet  menuding proyek tersebut hanya untuk mendapatkan keuntungan belaka.

Pasalnya dari sisi manfaat bagi rakyat sekitar tidak ada. “Proyek itu  kurang bermanfaat bagi kami,” ujarnya. (Dance henukh)