Terpopuler

Back to Top

Video

Soal UKW dan Verifikasi ,Ratusan Wartawan Bakal Demo Gubernur

Pasang Iklan Gratis
Pasang Iklan Gratis Di iklan the jambi times http://iklan.thejambitimes.com

Video Jambi Terkini
Lihat Video Berita seputar Jambi
http://tv.thejambitimes.com

Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini Hub. 0813 6687 8833
http://www.thejambitimes.com

Tunjukan.com
Portal Berita Tunjukan
http://www.tunjukan.com

Ads by Iklan The Jambi Times
THE JAMBI TIMES - PADANG  - Ratusan wartawan dari berbagai media masa bersama Aliansi Wartawan Anti Kriminalisasi (AWAK) Sumbar adakan rapat persiapan rencana demo ke Gubernur Sumbar, Sabtu (11/8/18). 

Aksi memprotes terbitnya Pergub Sumbar Nomor 30 Tahun 2018 tentang persyaratan kerjasama publikasi wajib UKM dan Verifikasi  dari Dewan Pers yang dinilai merugikan sepihak dengan media masa.

Ketua Awak, Herman Tanjung mengatakan meminta Gubernur untuk mencabut kembali Pergub Sumbar nomor 30 tahun 2018 tersebut. Jika tidak maka kami akan bersikap untuk melakukan perlawanan,baik itu aksi demo hingga ke PTUN.

Dari dasar hukum apa gubernur Sumbar membuat pergub tersebut.Sedangkan UKW dan Verifikasi versi Dewan Pers sedang di gugat oleh puluhan organisasi pers yang tergabung dalam sekber pers Indonesia di Jakarta karena melanggar UU Pers dan UU ketenagakerjaan.

Dewan Pers digugat baik dari Pengadilan umum,Mahkamah Konstitusi (MK) bahkan kepolisian atas pencemaran nama baik yang di lakukan Dewan Pers (DP).Proses hukum masih bergulir saat ini.

"Gubernur Sumbar harus membuat peraturan yang tidak mengekerdilkan para media, untuk itu sebaiknya pergub tersebut dicabut kembali demi kebaikan  dan kesejahteraan para wartawan", ujar Herman Tanjung.

Lebih lanjut disampaikan Herman, gabungan wartawan Sumatera Barat bersama AWAK akan mengadakan aksi demo pada hari Rabu (15/8/18), kata Herman pada saat rapat bersama.

Lalu dalam tuntunya, para media atau wartawan sangat keberatan dengan persyaratan kerjasama media yang dinilai mempersulit media. 

"Kalau ngasih persyaratan itu harus mengingat dan menimbang barulah diputuskan. Jangan membuat keputusan tanpa diskusi yang matang dengan kami (para wartawan), pungkas Herman. (**)